Logo

Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 Dibuka, UMKM dan Inovasi Daerah Unjuk Gigi

Reporter:,Editor:

Rabu, 04 November 2026 03:00 UTC

Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 Dibuka, UMKM dan Inovasi Daerah Unjuk Gigi

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita (Kedua dari kanan) mengunjungi salah satu lapak UMKM dalam Kemilau Pekan Raya Ponorogo, Jumat, 3 November 2026. Foto: Satria.

JATIMNET.COM, Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggelar Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 3-6 November 2026 ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai potensi daerah.

Mulai dari inovasi teknologi, pelayanan publik, hingga promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita.

Dalam sambutannya, ia menyebut penyelenggaraan Kemilau Pekan Raya Ponorogo merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menyatukan berbagai potensi lokal dalam satu ruang kolaborasi.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga kesempatan bagi berbagai pihak untuk menunjukkan karya serta kontribusinya kepada masyarakat.

Mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku UMKM, institusi pendidikan, inovator, dan komunitas ekonomi kreatif

"Saya merasa sangat bangga menyaksikan antusiasme yang luar biasa. Malam ini kita membuktikan bahwa Kemilau Pekan Raya Ponorogo adalah panggung kebangkitan kita bersama," ujar Lisdyarita dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, masing-masing sektor memiliki ruang untuk berkembang melalui kegiatan tersebut.

OPD dapat memperkenalkan pelayanan publik yang informatif dan transparan. Sementara, pelaku UMKM mendapat kesempatan mempromosikan produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Selain pameran inovasi dan pelayanan publik, Kemilau Pekan Raya Ponorogo juga menghadirkan Inotech Expo serta Student Music Festival.

Kedua agenda tersebut menjadi ruang bagi para inovator dan pelajar untuk menunjukkan kreativitas sekaligus berkompetisi. Masyarakat juga dapat menikmati berbagai hiburan musik yang terbuka secara gratis untuk seluruh kalangan.

Pada malam pembukaan, panggung hiburan menghadirkan Last Child. Sementara itu, Ndarboy Genk dijadwalkan memeriahkan malam penutupan kegiatan.

Lisdyarita berharap penyelenggaraan perdana ini tidak hanya menjadi kegiatan hiburan yang berlangsung sesaat. Pemkab Ponorogo menargetkan kegiatan tersebut mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan ekosistem ekonomi kreatif, hingga peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

"Melalui sinergi antarekоsistem ini, insyaallah Kemilau Pekan Raya Ponorogo akan dikembangkan menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi keterlibatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang menghadirkan Tax Award.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepatuhan dalam membayar pajak.

Lisdyarita mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap Kemilau Pekan Raya Ponorogo dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Dengan beragam agenda yang disiapkan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menarik kunjungan masyarakat. Namun, juga membuka peluang promosi dan pengembangan usaha bagi pelaku ekonomi lokal. (adv/inforial)