Logo

Nasi Goreng Warna-Warni Omi Tomi di Mojokerto, Dirintis Sejak Pandemi Covid

Reporter:,Editor:

Rabu, 02 September 2026 00:30 UTC

Nasi Goreng Warna-Warni Omi Tomi di Mojokerto, Dirintis Sejak Pandemi Covid

Sudarmono Ahmad, owner Nasi Goreng Omi Tomi, menunjukkan menu andalannya. Foto: Karin

JATIMNET.COM, Mojokerto – Aroma nasi goreng yang mengepul dari sebuah teras rumah sederhana kerap menggoda warga yang melintas di pinggir jalan Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Dari tempat sederhana itu, Sudarmono Ahmad Sudarmono, 29, menjalankan usaha nasi goreng dengan tampilan yang tidak biasa.

Warga setempat lebih mengenal pria lulusan SMK tersebut dengan nama Omi Tomi. Ia mulai merintis usaha nasi goreng pada 2020, ketika pandemi Covid-19 mulai melanda dan aktivitas masyarakat mengalami banyak perubahan.

Sebelum membuka usaha sendiri, Omi Tomi sempat bekerja di sebuah kafe di kawasan perkotaan. Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya untuk mencoba membangun usaha kuliner dari rumah.

Keinginan untuk mandiri menjadi alasan utama Omi Tomi meninggalkan pekerjaannya dan memilih berjualan nasi goreng.

“Soalnya pengen usaha sendiri sih, pengen usaha sendiri,” ujar Omi Tomi.

Ia kemudian menghadirkan konsep nasi goreng dengan beberapa pilihan warna. Pelanggan dapat menemukan nasi goreng berwarna merah hingga hijau di lapaknya yang berada di teras rumah.

Dari sejumlah pilihan tersebut, nasi goreng hijau menjadi menu yang paling banyak diminati pelanggan.

“Yang favorit di sini itu hijau, nasi goreng hijau,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan setiap hari, Omi Tomi menyiapkan sekitar 8 kilogram nasi. Ia juga menyediakan sekitar setengah bal mi sebagai bahan untuk menu yang dijualnya.

Keunikan dagangannya tidak hanya terletak pada warna nasi. Omi Tomi juga menggunakan racikan bumbu tersendiri untuk olahan ayam yang menjadi pelengkap nasi goreng.

“Biasanya itu biasa, dari yang beda lah, yang beda,” ungkapnya ketika menjelaskan bumbu ayam yang digunakan.

Racikan tersebut mendapat respons positif dari pelanggan. Sejumlah warga sekitar rutin membeli nasi goreng buatannya, terutama ketika mencari menu untuk makan malam.

Meski telah menjalankan usaha selama beberapa tahun, Omi Tomi belum memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Ia masih mengandalkan pelanggan sekitar dan pembeli yang datang langsung ke teras rumahnya.

Nama Omi Tomi yang kini menjadi identitas usaha tersebut juga berasal dari panggilan sehari-harinya. Warga sekitar terbiasa memanggilnya Omi hingga nama itu kemudian melekat pada dirinya sekaligus usaha nasi goreng yang dijalankan.

Omi Tomi pun terus mempertahankan usahanya dari tempat sederhana tersebut. Ia memilih mengembangkan bisnis secara bertahap sambil mengandalkan cita rasa dan pelanggan yang datang secara langsung.

Perjalanan Omi Tomi menunjukkan bahwa seseorang tidak selalu membutuhkan tempat usaha besar untuk memulai bisnis. Dari teras rumah di pinggir lapangan desa, ia membangun sumber penghasilan sendiri melalui seporsi nasi goreng warna-warni.

Bagi Omi Tomi, usaha tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan untuk bertahan dan mandiri sejak masa pandemi. Setiap porsi nasi goreng yang ia sajikan menjadi bukti bahwa keterbatasan tempat tidak menghalangi seseorang untuk memulai usaha.