Selasa, 01 September 2026 23:46 UTC

Seorang peserta barista meracik kopi, Selasa, 1 September 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Perkembangan industri kopi dan minuman mendorong barista untuk memperluas kemampuan. Tidak cukup hanya menguasai teknik menyeduh kopi, barista kini dituntut mampu mengeksplorasi bahan, memadukan cita rasa, dan menciptakan karakter baru dalam sebuah minuman.
Salah satu perkembangan yang semakin mendapat perhatian ialah coffee mixology. Konsep ini memberikan keleluasaan kepada barista untuk menggabungkan kopi dengan berbagai bahan sehingga menghasilkan pengalaman rasa yang berbeda.
“Coffee mixology memberikan ruang bagi barista untuk menunjukkan kreativitas, tidak hanya dari teknik, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun rasa dan karakter sebuah minuman,” kata Food & Beverage Manager The Alana Surabaya Miftahol Arifin, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Miftahol, perkembangan tersebut juga membuka ruang lebih besar bagi barista muda untuk mengasah kemampuan. Kompetisi dapat menjadi sarana bagi mereka untuk menguji keterampilan sekaligus bertemu dengan praktisi yang telah lebih dulu berkecimpung di industri beverages.
“Kami ingin melihat sejauh mana peserta berani bereksplorasi dan membawa ide mereka ke dalam satu sajian,” ujarnya.
Semangat tersebut diwujudkan melalui Junior Barista Showdown 2026 – Coffee Mixology Competition Vol. 3. Kompetisi tersebut berlangsung di Phoenix Lounge & Bar, The Alana Surabaya, Sabtu, 29 Agustus 2026 lalu.
General Manager The Alana Surabaya Fabio P. Simorangkir mengatakan, penyelenggara ingin menjadikan kompetisi tersebut sebagai lebih dari sekadar ajang mencari pemenang.
“Kami ingin Junior Barista Showdown menjadi lebih dari sekadar kompetisi,” kata Fabio P. Simorangkir.
Fabio menilai industri hospitality membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya terampil secara teknis. Barista juga harus mampu mengikuti perkembangan tren dan memahami kebutuhan konsumen yang terus berubah.
“Kami ingin para barista muda yang memiliki passion di bidang ini mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka, bertemu dengan para profesional, dan belajar dari pengalaman selama kompetisi,” ujarnya.
Untuk memberikan pengalaman tersebut, penyelenggara menghadirkan juri dari berbagai bidang dalam industri beverages. Latar belakang mereka mencakup hospitality, mixology, pengembangan kopi, hingga minuman berbasis buah.
“Bertemu dengan juri yang memiliki pengalaman di bidangnya tentu menjadi kesempatan belajar yang tidak setiap hari mereka dapatkan,” kata Arifin.
Kompetisi tersebut menghadirkan Ivan Andriansyah, F&B Manager ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center; Steve Ranu, Mixologist Jumeirah Al Naseem Dubai; Ade Herlambang dari R&D Beverages Excelso & Societe sekaligus Evolved Q Arabica Grader dan pemegang sertifikasi SCA Barista Foundation & Intermediate; serta Bonny Haruna, Principal Toza Juice Jatim.
Arifin berharap interaksi peserta dengan para juri dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang berguna untuk pengembangan karier mereka.
“Kami berharap setelah kompetisi ini, peserta bisa membawa pulang insight baru dan semakin percaya diri untuk mengembangkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Penyelenggara juga membuka ruang eksplorasi melalui penggunaan berbagai bahan dalam kreasi minuman. Excelso mendukung kebutuhan kopi, sedangkan Delifru Flavor Expert, Yakult, dan Toza mendukung peserta dalam mengeksplorasi bahan serta perpaduan rasa.
“Coffee mixology memberikan ruang bagi barista untuk membangun rasa dan karakter sebuah minuman,” katanya.
Fabio menilai pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional barista muda. Terlebih, industri beverages terus berkembang dan menghadirkan tantangan baru bagi para pelakunya.
“Bisa jadi hari ini mereka datang sebagai peserta, tetapi pengalaman yang mereka dapatkan di sini bisa menjadi salah satu langkah untuk perjalanan mereka sebagai profesional di industri,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan peserta tidak hanya dapat diukur dari hadiah maupun posisi juara. Menurutnya, pengetahuan, pengalaman, koneksi, dan kepercayaan diri yang diperoleh selama kompetisi juga menjadi modal penting bagi peserta.
“Kami berharap setiap peserta pulang dengan sesuatu yang lebih besar dari sekadar hadiah. Bisa berupa ilmu baru, pengalaman, koneksi, atau bahkan kepercayaan diri untuk melangkah lebih jauh di industri ini,” kata Fabio.
