MV Holsatia Buka Peluang Kapal Lainnya Bersandar di TPS

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 6 April 2019 - 19:40

JATIMNET.COM, Surabaya - Kapal berbendera United Kingdom, MV Holsatia dengan spesifikasi panjang 261 meter, berat 39.941 ton, draft 11,5 meter, dan daya angkut 3.100 petikemas atau sekitar 4.600 TEUs (twenty-foot equivalent unit) bersandar di Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Jumat 5 April 2019.

Kapal bertipe Panamax itu menjadi yang pertama bersandar untuk volume di atas empat ribu TEUs, setelah penambahan kedalaman kolam pada dermaga internasional beberapa waktu lalu, dari semula -10 meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) menjadi -13 meter LWS.

"Sebenarnya, untuk kapal besar ada. Irenes Marwick dengan panjang 277 meter. Tapi muatanya sama dengan rata-rata yang datang sebelumnya," ujar Public Relation PT TPS Muchammad Sholeh tertulis, Sabtu 6 April 2019.

BACA JUGA: Volume Bongkar Muat di TPS Tumbuh 7,61 Persen

Sedangkan MV. Holsatia ini jadi rekor terbaru kapal muatan besar yang dilayani TPS. Ia berharap dengan merapatnya kapal muatan di atas 4 ribu TEUs, semakin banyak kapal besar bersandar, dan menjadi tren hingga akhir tahun.

Dengan begitu target pertumbuhan 3 persen dibanding tahun 2018 yang berhasil mencatat 1,4 juta TEUs, dapat tercapai. "Triwulan I telah mampu meningkat 7,16 persen dari periode sama tahun lalu," ungkapnya.

Untuk menggenjot target pertumbuhan yang telah ditentukan, sebenarnya PT TPS tidak hanya melakukan pendalaman kolam. Anak perusahaan PT Pelindo III ini juga melakukan pembaharuan contrainer crane.

BACA JUGA: Pelindo Rumuskan Tarif Alih Muat Petikemas Domestik

Tiga unit container crane sudah ditambah di awal tahun 2017. Dengan spesifikasi pengangkat ganda, sehingga daya angkutnya menjadi dua petikemas sekaligus.

Penambahan ini, diklaimnya mampu mempercepat aktivitas bongkar muat kapal spesifikasi besar bertipe Panamax seperti MV. Holsatia.

Sholeh menyebut, tiga container crane bertenaga listrik ini mampu melakukan bongkar muat selama 50 jam, dari sebelumnya 56 jam.

Tenaga listrik pada crane yang menggantikan diesel disebut mampu meningkatkan kinerja bongkar muat. Setiap crane bisa bekerja 27,7 petikemas per crane per jam, dari sebelumnya 25 petikemas per crane per jam.

"Kapal besar tentutnya akan terus berkunjung secara rutin. Ini bisa mengurangi coast logistik untuk kawasan timur Indonesia," tuturnya.

Baca Juga

loading...