Logo

Muaythai Jatim Bidik Tambahan Emas di PON 2028, Regenerasi Atlet Mulai Diperkuat

Reporter:,Editor:

Senin, 02 November 2026 10:05 UTC

Muaythai Jatim Bidik Tambahan Emas di PON 2028, Regenerasi Atlet Mulai Diperkuat

Baso Juherman kembali dipercaya memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026-2031, Senin, 2 November 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet

JATIMNET.COM, Surabaya – Muaythai Jawa Timur mulai menyusun strategi untuk mempertahankan gelar juara umum sekaligus menambah koleksi medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028. Pengurus menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari regenerasi atlet, optimalisasi kompetisi daerah, hingga penerapan sistem promosi dan degradasi dalam pemusatan latihan.

Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil meminta Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Jatim memanfaatkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebagai ajang menjaring atlet potensial. Seleksi sejak dini dinilai penting agar tim memiliki waktu cukup untuk membangun kekuatan menuju PON 2028.

"Untuk Muaythai, saya sudah menyampaikan kepada teman-teman agar menyukseskan Porprov terlebih dahulu sebagai bagian dari seleksi dan rekrutmen atlet. Setelah itu, mereka harus mulai memikirkan bagaimana mendesain persiapan menuju PON 2028," ujar Nabil di Gedung Suhartatik KONI Jawa Timur, Senin, 2 November 2026.

Nabil berharap Muaythai Jatim mampu melampaui pencapaian pada PON sebelumnya yang menghasilkan enam medali emas. Peluang menambah perolehan emas terbuka apabila penyelenggara menambah nomor pertandingan pada PON 2028, khususnya nomor tarung.

"Dari enam emas sebelumnya, mudah-mudahan pada nomor tarung nanti kita bisa mendapatkan lebih banyak medali. Saya berharap keputusan strategis mengenai hal tersebut dapat dirancang dalam forum Musprov ini," katanya.

Target peningkatan prestasi tersebut turut menjadi pembahasan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Pengprov MI Jawa Timur. Forum ini juga menetapkan kembali Baso Juherman sebagai ketua untuk periode 2026-2031.

Baso memperoleh dukungan dari 34 pengurus kabupaten dan kota secara aklamasi. Setelah kembali dipercaya memimpin organisasi, dia berkomitmen membentuk kepengurusan yang solid dan meningkatkan persaingan di antara atlet.

Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah sistem promosi dan degradasi dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda). Melalui mekanisme tersebut, pengurus akan mengevaluasi kemampuan dan kedisiplinan atlet secara berkala.

Atlet yang tidak mampu menunjukkan perkembangan atau kurang disiplin berpeluang dicoret dari Puslatda. Pengurus akan memberikan kesempatan kepada atlet lain yang dinilai memiliki potensi lebih besar untuk menyumbangkan medali.

"Target kita tentu kembali menjadi juara umum pada PON 2028 mendatang. Saat ini atlet-atlet Muaythai Jawa Timur hampir setiap bulan mengikuti event, sementara Liga Muaythai yang digelar setiap tiga bulan juga berjalan lancar. Kondisi ini membuat semakin banyak atlet potensial bermunculan," ujar Baso.

 

Bidik Bibit Atlet dari Kalangan Pelajar

Selain memperkuat persaingan di level senior, Muaythai Jatim juga memperluas pembinaan untuk menyiapkan regenerasi atlet. Salah satu peluangnya muncul melalui keikutsertaan Muaythai sebagai cabang olahraga ekshibisi dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026.

Baso menilai kehadiran Muaythai di ajang olahraga pelajar tersebut dapat memperkenalkan cabang olahraga ini kepada generasi muda. Langkah itu sekaligus membuka peluang bagi pengurus untuk menemukan atlet berbakat sejak usia sekolah.

"Kami berterima kasih kepada Dispora Jawa Timur dan Ibu Gubernur karena Muaythai bisa masuk sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Popda 2026. Ini merupakan langkah baru dan akan membuat atlet-atlet pelajar mulai melirik Muaythai untuk meraih prestasi lebih baik," kata Baso.

Sementara itu, Nabil mengingatkan Pengprov MI Jatim agar menjaga konsistensi prestasi melalui keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan. Dia menilai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Babak Kualifikasi (BK) PON menjadi bagian penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mempersiapkan kekuatan tim.

"Di PON kita juara umum, kemudian Kejurnas juga beberapa kali menjadi juara umum. Mudah-mudahan konsistensi itu bisa dipertahankan dan ditingkatkan pada 2027, baik melalui Kejurnas maupun Babak Kualifikasi," tutur Nabil.

Melalui penguatan kompetisi, pembinaan atlet pelajar, dan evaluasi berkala, Muaythai Jatim menargetkan persiapan yang lebih matang menuju PON XXII/2028. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mempertahankan gelar juara umum, tetapi juga meningkatkan jumlah medali emas dibandingkan edisi sebelumnya.