Logo

Budo Festival 2026 di Surabaya Buka Peluang Kerja Sama Olahraga Indonesia-Jepang

Reporter:,Editor:

Sabtu, 31 October 2026 10:43 UTC

Budo Festival 2026 di Surabaya Buka Peluang Kerja Sama Olahraga Indonesia-Jepang

KONI Jatim akan berkerjasama dengan Jepang untuk peningkatan prestasi atlet Jawa Timur, Sabtu, 31 Oktober 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet

JATIMNET.COM, Surabaya – Konsulat Jenderal Jepang memperkenalkan berbagai seni bela diri tradisional negaranya melalui Budo Festival 2026 di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kegiatan ini sekaligus membuka peluang kerja sama olahraga Indonesia-Jepang, mulai dari pertukaran pelatih hingga pengembangan ilmu keolahragaan (sport science).

Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu mengatakan, Jawa Timur menjadi lokasi penyelenggaraan festival karena memiliki banyak perguruan bela diri Jepang dengan jumlah peminat yang cukup besar.

"Karena banyaknya cabang olahraga yang dimainkan di Jawa Timur, sejak dahulu kami memiliki gagasan untuk menggelar Festival Budo di Jawa Timur," kata Takonai.

Menurutnya, tingginya minat terhadap olahraga bela diri di Jawa Timur menjadi peluang untuk memperkenalkan lebih luas tradisi bela diri Jepang kepada masyarakat. Selain mengenalkan berbagai cabang olahraga, festival ini juga diharapkan mempererat hubungan persahabatan kedua negara melalui bidang olahraga.

BACA: Ribuan Atlet Ramaikan Kejuaraan Karate Jatim di Kediri 

Takonai turut mengapresiasi dukungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur dan Unesa dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dia berharap Budo Festival menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan olahraga Indonesia dan Jepang.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menilai festival tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui bidang olahraga.

"Persahabatan Indonesia-Jepang ini sudah berjalan cukup lama. Namun, hari ini ada spesifikasi persahabatan dalam bidang olahraga dan kerja sama ini sangat menarik," ujar Nabil.

Nabil berharap Budo Festival 2026 tidak sekadar menjadi ajang pengenalan seni bela diri Jepang. Dia ingin kegiatan tersebut berkembang menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga secara berkelanjutan.

BACA: Persebaya Ditahan Persijap di GBT, Bernardo Tavares dan Francisco Rivera Kecewa Kehilangan Dua Poin 

Menurutnya, peningkatan partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci pengembangan cabang olahraga (cabor) bela diri Jepang di Indonesia. Semakin banyak masyarakat yang tertarik mengikuti cabang olahraga tersebut, semakin besar pula peluang menemukan atlet potensial.

"Semangat partisipasi itu maksudnya semakin banyak masyarakat yang akan mengikuti dan tertarik dengan cabor-cabor tersebut. Itu yang mesti kita pikirkan," katanya.

Selain mendorong partisipasi masyarakat, Nabil juga melihat peluang kerja sama dengan Jepang dalam pengembangan sport science di tingkat Asia. Salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dijajaki adalah pertukaran pelatih untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

Dia menilai, transfer pengetahuan mengenai teknik dan metode latihan dari Jepang dapat memperkaya sistem pembinaan olahraga di Jawa Timur. Namun, kerja sama tersebut perlu dibangun secara bertahap dengan terlebih dahulu mengenalkan berbagai cabang bela diri Jepang kepada masyarakat.

"Secara bertahap kita berharap seperti itu. Mereka mentransformasikan ilmunya kepada kita dalam bentuk teknik dan latihan. Paling tidak, temanya sudah kita tangkap dan ini memberikan stimulus besar bagi pembinaan prestasi kita ke depan," pungkas Nabil.

Melalui Budo Festival 2026, pengenalan seni bela diri tradisional Jepang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan festival. Kolaborasi kedua negara berpeluang berlanjut melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan metode latihan, dan pembinaan atlet untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.