Logo

Persebaya Ditahan Persijap di GBT, Bernardo Tavares dan Francisco Rivera Kecewa Kehilangan Dua Poin

Reporter:,Editor:

Jumat, 30 October 2026 16:30 UTC

Persebaya Ditahan Persijap di GBT, Bernardo Tavares dan Francisco Rivera Kecewa Kehilangan Dua Poin

Jefferson berusaha membongkar pertahanan Persijap yang cukup rapat, Jumat, 30 Oktober 2026. Foto: Official Persebaya

JATIMNET.COM, Surabaya – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares dan kapten tim Francisco Rivera sama-sama kecewa setelah Bajul Ijo gagal mengamankan kemenangan saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat, 30 Oktober 2026.

Persebaya hanya mampu bermain imbang 1-1 dalam pertandingan tersebut. Gol Risto Mitrevski pada menit ke-90+2 menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan setelah Persijap lebih dulu memimpin melalui gol Vasco Kalezic pada menit ke-58.

Hasil ini membuat Persebaya kehilangan peluang meraih tiga poin di hadapan pendukung sendiri. Tavares mengakui seluruh pemain merasa kecewa karena kemenangan selalu menjadi target utama tim dalam setiap pertandingan.

"Untuk pertandingan ini semua pemain kecewa. Kita kehilangan dua poin di sini, di Gelora Bung Tomo," kata Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menilai Persebaya belum menunjukkan permainan terbaik, khususnya pada babak pertama. Ia melihat timnya masih kesulitan mengoptimalkan permainan untuk menghasilkan peluang yang benar-benar berbahaya. Sebaliknya, Persijap beberapa kali mampu mengancam melalui serangan balik.

"Di babak pertama, saya pikir kita harus tampil jauh lebih baik. Tim lawan memiliki beberapa peluang saat transisi," ujarnya.

Selain mengevaluasi performa tim, Tavares juga mempersoalkan proses terjadinya gol Persijap. Ia menilai ada pelanggaran terhadap pemain Persebaya sebelum Vasco Kalezic mencetak gol. Menurutnya, wasit seharusnya meninjau insiden tersebut melalui video assistant referee (VAR).

"Itu pasti pelanggaran, VAR harusnya menganulir gol tersebut," katanya.

Persebaya kemudian berhasil menyamakan kedudukan melalui Mitrevski pada masa tambahan waktu. Namun, gol tersebut belum cukup menghapus kekecewaan Tavares karena timnya tetap gagal meraih kemenangan.

Ia menyebut Persebaya sudah berusaha meningkatkan tekanan, termasuk melalui pergantian pemain. Akan tetapi, buruknya akurasi tembakan membuat sejumlah peluang gagal menghasilkan gol.

"Kita melepaskan tembakan lebih banyak dari lawan, sayangnya akurasinya tidak begitu bagus," ujar Tavares.

Kekecewaan itu juga berkaitan dengan harapan Bonek dan Bonita yang memadati Stadion GBT. Tavares memahami suporter menginginkan hasil maksimal ketika Persebaya bermain di kandang sendiri.

Ia bahkan mengaku menjadi salah satu pihak yang paling terpukul karena gagal membawa tim meraih kemenangan.

"Tidak ada orang yang lebih kecewa selain saya, karena bagi saya sepak bola adalah kemenangan," kata Tavares.

Tavares menegaskan hasil imbang tersebut jauh dari harapannya. Ia juga memahami para pendukung merasakan kekecewaan yang sama setelah Persebaya kehilangan dua poin.

"Ini bukan seperti yang saya harapkan, dan saya sangat frustrasi. Saya percaya suporter kita juga memiliki kekecewaan yang besar," ujarnya.

Atas hasil tersebut, Tavares menyampaikan permohonan maaf kepada Bonek dan Bonita yang telah memberikan dukungan langsung di stadion. Ia berjanji akan bekerja lebih keras bersama tim untuk memperbaiki performa pada pertandingan selanjutnya.

"Saya pikir pada momen ini saya hanya ingin meminta maaf untuk para suporter kita yang datang ke sini," katanya.

"Apa yang bisa saya janjikan kepada mereka adalah kerja keras. Akan mencoba bekerja dan saya percaya bahwa tim kita juga akan mencoba untuk berbuat lebih baik pada pertandingan-pertandingan berikutnya," lanjut Tavares.

Kekecewaan serupa disampaikan kapten Persebaya Francisco Rivera. Pemain asal Meksiko itu memahami kemarahan dan frustrasi Bonek serta Bonita yang berharap tim kesayangannya meraih kemenangan di Stadion GBT.

Namun, Rivera menegaskan para pemain dan seluruh jajaran tim juga merasakan hal yang sama. Mereka kecewa karena gagal memenuhi target kemenangan di hadapan pendukung sendiri.

"Ya, aku mengerti, semua Bonek dan Bonita frustrasi, marah, tapi kita juga, pelatih juga, semua marah, semua kecewa untuk hari ini tidak bisa menang," kata Rivera.

Meski demikian, Rivera memastikan Persebaya tidak akan berlarut-larut dalam kekecewaan. Ia mengatakan tim akan segera mengevaluasi penampilan saat menghadapi Persijap sebelum mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya.

Rivera menyebut Tavares bersama staf pelatih akan menganalisis kekurangan tim. Setelah itu, para pemain kembali menjalani latihan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi laga selanjutnya.

"Besok, kita kerja keras dan berlatih keras untuk pertandingan berikutnya," ujarnya.

Hasil imbang 1-1 melawan Persijap menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya. Selain mengevaluasi permainan pada babak pertama, Bajul Ijo perlu meningkatkan akurasi penyelesaian akhir agar kegagalan meraih kemenangan di kandang tidak kembali terulang.