Logo

Mistis? Makam di Mojokerto Dibongkar Pihak Keluarga

Pemakaman dan Pembongkaran Dengan Menggunakan Protokol Kesehatan Covid-19
Reporter:,Editor:

Kamis, 24 September 2020 03:00 UTC

Mistis? Makam di Mojokerto Dibongkar Pihak Keluarga

BONGKAR MAKAM Kondisi satu makam di Dusun Jetak, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, usai dibongkar pihak keluarga. Foto : Karin

JATIMNET.COM, Mojokerto - Sebuah makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Jetak, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dibongkar pihak keluarga. Belum diketahui pasti motifnya, hanya saja warga menyebut pembongkaran dilakukan setelah dua minggu dikuburkan menggunakan protokol Covid-19 ini untuk disucikan dan disalati lagi.

Pembongkaran makam itu apakah keterkaitannya dengan mistis? Hal itu masih belum jelas dan pasti. Namun, dari informasi yang didapat pembongkaran makam dengan inisial warga D (53) ini dilakukan pada Selasa, 22 September 2020 sekitar pukul 21.00 WIB hingga 00.00 WIB dini hari.

Salah satu warga Saeri (65) mengatakan, pembongkaran makam dilakukan pada Selasa malam lalu oleh warga juga petugas dengan mengunakan alat Pelindung Diri (APD) lengkap. "Meninggalnya kalau gak salah hari Selasa, 9 September 2020 yang lalu di rumah sakit sekitar pukul 00.00 kemudian besok-nya langsung di semayamkan," tuturnya.

Dirinya tidak tau pasti penyebab, pembongkaran makam yang dilakukan pihak keluarga. Hanya saja, dia mengetahui jika kondisi makam berinisial D ini mengalami ambles. Sehingga akan dilakukan pembongkaran untuk perbaikan. "Alasan pihak keluarga sering bermimpi yang tidak-tidak. Cuman alasan lain juga, karena kondisi makam juga ambles sehingga dibongkar untuk diperbaiki," ucapnya.

BACA JUGA: Tak Pakai Masker, Warga ‘Dihukum’ Bersihkan Makam

Prosesi pemakaman D ini, kata Saeri mengunakan protokol kesehatan Covid-19, sebab jasad korban di bawa dengan mengunakan ambulans langsung ke area pemakaman. "Saat prosesi pemakaman, jasadnya itu langsung di bawa ke sini tanpa mampir ke rumahnya, wong saat di salatkan warga itu salatnya di jalan, dan yang ikut juga banyak," bebernya.

Sementara, warga lain Didik Arif, saat disinggung apakah D (53) ini merupakan pasien Covid-19, dirinya tidak tau pasti. Hanya saja saat ini, yang jelas pembongkaran dilakukan atas dasar kesepakatan keluarga."Alasan keluarganya karena korban  sering masuk dalam mimpi. Kalau hasil swab nya sebenarnya negatif," tambahnya.

Dari yang dia tahu, pembongkaran ini menjadi keputusan keluarga korban lantaran dalam mimpinya korban minta untuk disucikan lagi."Jadi, tadi malam disucikan lagi, disalati, terus dimakamkan kembali," tuturnya.

Sedangkan Kasatreskirm Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra, saat dimintai keterangan, mengatakan, hingga kini tim di lapangan masih melakukan penyelidikan.

"Kami masih cek ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Biar informasinya juga tidak simpang siur, atau apakah ada unsur melanggar aturan atau pidana di dalammya," tandasnya.