Menkominfo Nilai Industri Telekomunikasi di Indonesia Terlalu Banyak Pemain

David Priyasidharta

Kamis, 2 Mei 2019 - 16:07

JATIMNET.COM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan industri telekomunikasi di Indonesia terlalu banyak pemain. Hal ini berimbas pada tidak semuanya kemudian mendapatkan jatah frekuensi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

Karena itu ia mendoring industri telekomunikasi di Tanah Air harus terus meningkatkan kondolidasi antar sesama operator seluler. Menurut Rudiantara, sejak tahun 2015 pemerintah sudah merancang apa saja program strategis dari industri yang harus dilakukan secara bersama-sama.

BACA JUGA: XL Axiata Perkuat Jaringan Data dan Internet

"Industri telekomunikasi di Indonesia belum ideal karena masih terlalu banyak pemain," kata Menteri Rudiantara di acara Seminar dan Talkshow Indonesia Technology Forum di Balai Kartini, Jakarta, 2 Mei 2019. .

Rudiantara mengaku 'berutang' sejak tahun 2015 awal. "Konsolidasi perlu dilangsungkan dengan tujuan agar industri telekomunikasi akan menjadi efisien,” katanya seperti dalam laman Kementerian Kominfo.

Ia menjelaskan upaya konsolidasi penting dilakukan agar industri telekomunikasi di Indonesia menjadi lebih sehat. “Konsolidasi itu corporate action, sehingga pemegang saham yang menentukan tapi pemerintah yang memfasilitasi,” ucapnya.

BACA JUGA: Layanan Indosat Ooredo Naik 11,4 Persen

Pemerintah mendorong operator telekomunikasi berkonsolidasi, karena membutuhkan skala ekonomi yang lebih besar. "Karena dengan economic of scale yang meningkat, perusahaan telekomunikasi memiliki bargaining power,” ungkapnya.

Saat ini terdapat enam operator seluler di Indonesia, yaitu Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Smartfren, Hutchison 3 Indonesia, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

Baca Juga

loading...