Kamis, 12 February 2026 11:40 UTC

Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS membuat sumur bor di sejumlah kawasan terdampak bencana di Aceh. Foto: Humas Polri
JATIMNET.COM - Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS merealisasikan pembangunan 12 sumur bor di sejumlah kawasan terdampak bencana di Aceh.
Upaya tersebut dilakukan guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat menjelang bulan Ramadan.
Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Eko Rudi Sudarto menegaskan kegiatan pengabdian ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter calon perwira.
"Pengabdian Masyarakat tahun ini, Mahasiswa S1 STIK Angkatan 83/WPS diberangkatkan ke Aceh untuk dua tujuan penting. Pertama, menjalankan misi kemanusiaan di wilayah bencana. Kedua, sebagai ruang pembentukan watak dan kepekaan sosial bagi para calon pemimpin Polri," kata Eko, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan kepemimpinan tidak semata ditempa lewat pembelajaran di kelas maupun latihan taktis, melainkan melalui pengalaman langsung saat berinteraksi dengan masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan. Karena itu, Aceh menjadi tempat belajar sekaligus wahana pengabdian.
"Program ini sekaligus menegaskan pendekatan humanis yang terus digaungkan dalam transformasi Polri," tutur Eko.
"Para mahasiswa STIK yang kelak akan menduduki posisi strategis di kepolisian diharapkan memiliki empati sosial yang kuat dan memahami secara langsung persoalan masyarakat di lapangan," katanya.
Sebanyak 12 titik sumur bor dibangun untuk menjawab kebutuhan mendesak warga setelah bencana. Fasilitas tersebut dirancang bukan hanya untuk pemakaian sementara, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Bagi warga, ketersediaan air bersih menjadi hal yang sangat vital. Kerusakan infrastruktur akibat bencana membuat banyak sumber air tercemar dan distribusi menjadi terhambat.
Situasi itu makin terasa menjelang Ramadan ketika kebutuhan air meningkat untuk bersuci, memasak, dan menunjang ibadah lainnya.
Kehadiran sumur bor ini disambut antusias. Warga yang sebelumnya harus mengambil air dari lokasi jauh, kini bisa mendapatkannya dengan lebih mudah.
Pembangunan tersebut menjadi gambaran hadirnya negara melalui peran para calon pemimpin Polri. Di wilayah yang sempat dilanda bencana, air kembali mengalir membawa harapan dan keberkahan.
