Senin, 17 August 2026 12:00 UTC

SBY saat sebelum menjalani operasi kanker prostat /Tangkapan layer video/Instagram/@agusyudhoyono
JATIMNET.COM, Jakarta – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan kembali ke Indonesia pada September 2026 setelah menyelesaikan rangkaian pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat.
Keberadaannya di AS membuat tokoh kelahiran Pacitan, Jawa Timur, itu tidak menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
SBY menjalani pemeriksaan kesehatan sepanjang Agustus sebagai evaluasi lanjutan setelah operasi prostat pada 2021. Pemeriksaan tersebut membuatnya melewatkan dua agenda kenegaraan, yakni Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada Jumat, 14 Agustus 2026, serta Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka tiga hari kemudian.
Ia berharap seluruh pemeriksaan selesai pada akhir Agustus sehingga dapat kembali ke Tanah Air pada September. Dari Rochester, SBY menyampaikan langsung alasan ketidakhadirannya melalui video yang diunggah di akun Instagram @aniyudhoyono pada Minggu, 16 Agustus 2026, sehari menjelang peringatan kemerdekaan.
“Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di Tanah Air,” kata SBY dalam video yang direkam di Rochester, Amerika Serikat.
SBY menjelaskan dirinya masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan di Mayo Clinic hingga akhir Agustus. Pemeriksaan itu, menurut dia, dilakukan atas rekomendasi Tim Dokter Kepresidenan sebagai bagian dari evaluasi kesehatan tahunan setelah tindakan medis yang pernah dijalaninya.
“Insyaallah akhir Agustus ini semua pemeriksaan sudah selesai dan saya bisa kembali ke Tanah Air pada bulan September,” ujar SBY.
Keterangan tersebut penting karena menempatkan absennya SBY dari rangkaian HUT RI sebagai konsekuensi jadwal pemeriksaan kesehatan, bukan persoalan protokoler ataupun hubungan politik dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa mantan presiden itu tidak dapat mengikuti agenda kenegaraan karena berada di Amerika Serikat.
Pemeriksaan di Rochester sekaligus memiliki rangkaian sejarah medis yang cukup panjang. Pada November 2021, SBY menjalani pengobatan kanker prostat di Mayo Clinic setelah mendapat rekomendasi dari Tim Dokter Kepresidenan. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang ketika itu mendampingi ayahnya di Amerika Serikat, menyatakan kondisi SBY stabil menjelang operasi.
Operasi dilakukan pada 11 November 2021 di Rochester. Setelah tindakan tersebut, SBY kemudian menyampaikan kepada publik bahwa operasi pengangkatan prostat yang mengandung sel kanker berjalan sesuai harapan tim dokter Indonesia dan Mayo Clinic.
Ia tetap berada di Rochester untuk menjalani pemulihan dan kontrol sebelum diperbolehkan kembali ke Indonesia. Lima tahun berselang, pemeriksaan pada Agustus 2026 menunjukkan bahwa pemantauan kesehatan masih dilakukan secara berkala.
Namun, belum ada keterangan medis yang menyebut pemeriksaan terbaru tersebut berkaitan dengan munculnya kembali kanker atau komplikasi tertentu. Karena itu, pemeriksaan SBY saat ini lebih tepat ditempatkan sebagai evaluasi rutin berdasarkan keterangan yang tersedia kepada publik.
Kepulangan SBY pada September juga memiliki perhatian tersendiri bagi Jawa Timur. SBY lahir di Pacitan pada 9 September 1949 dan identitasnya sebagai tokoh nasional tetap memiliki keterkaitan kuat dengan daerah kelahirannya.
Namun, hingga Senin, 17 Agustus 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai agenda SBY di Pacitan setelah kembali dari Amerika Serikat.
Dengan demikian, rencana kepulangan pada September belum dapat ditafsirkan sebagai kepastian bahwa SBY akan langsung menjalankan kegiatan tertentu di Jawa Timur. Jadwal aktivitasnya setelah pemeriksaan akan bergantung pada hasil evaluasi kesehatan serta agenda yang kemudian diumumkan secara resmi.
Meski berada di Amerika Serikat, SBY tetap mengikuti perkembangan politik dan pemerintahan di Indonesia. Ia mengaku mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR pada Jumat (14/8/2026). Dari pidato tersebut, SBY menilai arah dan agenda pembangunan pemerintah untuk 2027 semakin jelas.
Perhatian SBY antara lain tertuju pada pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur. Ia juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 6 persen. Menurut SBY, target tersebut tergolong tinggi, tetapi masih mungkin dicapai apabila kebijakan dan implementasinya berjalan efektif.
Pesan itu menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak sepenuhnya menghentikan keterlibatan SBY dalam mengikuti persoalan nasional. Kendati tidak lagi memegang jabatan pemerintahan, pernyataan mantan presiden tetap memiliki bobot politik karena berasal dari figur yang memimpin Indonesia selama dua periode, 2004-2014.
Bagi Jawa Timur, perkembangan berikutnya akan menarik terutama menyangkut aktivitas SBY setelah kembali ke Tanah Air. Pacitan bukan sekadar tempat kelahirannya, tetapi menjadi salah satu daerah yang terus melekat pada perjalanan politik dan kehidupan SBY setelah tidak lagi menjabat presiden.
Namun, relevansi tersebut perlu dipisahkan dari spekulasi. Belum terdapat informasi resmi bahwa kepulangannya pada September akan diikuti kunjungan ke Pacitan ataupun agenda politik tertentu.
Fakta yang terkonfirmasi hingga saat ini adalah SBY menargetkan menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di Rochester pada akhir Agustus dan kembali ke Indonesia pada bulan berikutnya.
Perkembangan kondisi kesehatan serta agenda SBY setelah tiba di Indonesia karena itu menjadi bagian yang masih perlu dipantau. Selain menentukan kapan ia kembali menjalankan aktivitas publik, hasil pemeriksaan tersebut dapat menentukan intensitas kegiatan mantan presiden berusia 76 tahun itu, termasuk kemungkinan aktivitasnya yang berkaitan dengan Jawa Timur.
