Logo

Protes Pembatasan Solar, Sopir dan Pengusaha Truk Towing Geruduk Dishub Jatim

Reporter:,Editor:

Rabu, 30 September 2026 04:00 UTC

Protes Pembatasan Solar, Sopir dan Pengusaha Truk Towing Geruduk Dishub Jatim

Beberapa truk towing saat bergerak dari kawasan Puspo Agro, Taman, Sidoarjo menuju Kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur, Rabu, 30 September 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya — Puluhan truk towing bergerak menuju Kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu pagi, 30 September 2026.

Dengan mengangkut berbagai jenis kendaraan, seperti mobil, sepeda motor hingga dump truck, truk towing bergerak dari kawasan Puspo Agro, Taman, Sidoarjo, sekitar pukul 09.20 WIB.

Aksi para sopir dan pengusaha jasa towing yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) itu digelar untuk memprotes pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar menggunakan sistem barcode.

Berdasarkan pantauan wartawan Jatimnet.com di lapangan, sejumlah spanduk dibentangkan dari atas truk. Beberapa kendaraan towing juga membawa muatan yang tidak biasa, seperti sepeda hingga truk mainan.

Sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan truk towing yang melintas di Jalan Kletek arah Waru sempat berhenti di bawah flyover.

Beberapa peserta aksi kemudian berjoget dengan iringan sound system yang ikut diangkut. Aktivitas tersebut membuat arus lalu lintas sempat terhenti dan menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Kletek menuju Waru.

Beberapa saat kemudian, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju beberapa lokasi aksi.

Selain nglurug Kantor Dishub Jatim, GSJT berencana menyampaikan aspirasi di Pertamina Jagir Surabaya, Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya, serta Kantor PT Jasa Raharja Jatim.

Massa aksi menilai pembatasan pembelian BBM jenis solar menggunakan sistem barcode berdampak terhadap operasional kendaraan towing. Sebab, kendaraan tersebut membutuhkan solar untuk menjalankan aktivitas pengangkutan kendaraan.

Hingga Rabu siang, massa aksi dan kendaraan towing masih bergerak menuju titik-titik yang telah ditentukan. Pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan akibat banyaknya kendaraan yang mengikuti aksi.