Kamis, 19 March 2026 01:00 UTC

NYADRAN. Seribuan peziarah mengunjungi makam Sunan Ampel. Tradisi nyadran, atau berziarah ke makam orang tua, ulama, dan para wali untuk mendoakan mereka menjadi kegiatan rutin masyarakat Jawa untuk menyambut bulan Ramadan. Foto: Khoirotul Lathifiyah
JATIMNET.COM – Nyekar atau ziarah kubur merupakan tradisi yang banyak dilakukan oleh umat Muslim di Jawa saat menjelang Idulfitri atau Lebaran. Momentum ini untuk mendoakan keluarga maupun kerabat yang telah berada di alam kubur.
Tidak sekadar membersihkan dan menaburi makam dengan bunga, nyekar dinilai sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar arwah orang yang diziarahi tenang. Kemudian, mendapatkan tempat yang baik di akhirat.
Oleh karena itu, momentum ini dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk mengais rezeki. Mereka adalah para penjual bunga ziarah atau sekar. Di Caruban, Kabupaten Madiun, misalnya, para penjaja sekar musiman ini bermunculan sejak beberapa hari terakhir.
Lokasinya seperti di kawasan Taman Caruban Asti, Pasar Caruban Baru, dan di beberapa titik lain di tepian jalan raya. Penjualan itu dilakukan karena permintaan sekar saban menjelang Lebaran senantiasa meningkat karena tradisi.
Tradisi nyekar seolah menjadi harapan bagi penjual bunga ziarah untuk mendapatkan rezeki. Tidak hanya saat menjelang maupun pada hari H Lebaran, tradisi ini juga berlangsung pada beberapa momentum yang lain, seperti saat menjelang Ramadan.
Tidak hanya itu, setiap Jumat Legi, dalam penanggalan Jawa, para penjaja bunga ziarah juga bermunculan. Namun, jumlahnya tidak sebanyak saat menjelang Lebaran.
“Kalau momentum Lebaran seperti sekarang, kami bisa berjualan beberapa hari. Tapi, kalau Jumat Legi hanya berjualan sehari,” ujar Suwarti, salah seorang pedagang bunga ziarah, Kamis, 19 Maret.
Sementara itu, tradisi ziarah tidak hanya dijalankan oleh warga lokal, namun para pemudik juga memanfaatkan momentum ini untuk berziarah.
“Kalau tidak nyekar ke makam orang tua kurang afdal,” ujar Istikomah, salah seorang warga Kabupaten Madiun yang mudik ke Ngawi.
