Sabtu, 23 August 2025 09:00 UTC

Suasana lomba memancing merah putih. Foto:Agus Salim
JATIMNET.COM, Gresik – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Al-Hambra Resto and Fishing menggelar lomba mancing, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Tidak sekadar adu ketangkasan menarik ikan. Lomba mancing Merah Putih ini menjadi ajang memperkuat rasa kebersamaan, meneguhkan jiwa nasionalisme yang tak tergantikan oleh apapun.
Sejak pagi, peserta sudah menyiapkan joran mereka. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula kelompok pertemanan yang sengaja kompak memakai kaus merah putih turut menyemarakkan lomba.
Suasana riuh penuh tawa ketika peluit tanda dimulainya lomba dibunyikan. Joran demi joran pun mulai ditegakkan, pelampung pancing menari di atas air, menunggu tarikan ikan yang membuat jantung berdebar.
“Bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita menjaga kekompakan. Mancing ini simbol kesabaran, persatuan, dan semangat gotong royong yang sama dengan perjuangan para pahlawan dulu,” kata ketua panitia Iskandar.
BACA: Lomba Dayung Perahu Tradisional di Juklanteng Digadang Masuk Kalender Event Sampang
Di sela-sela lomba, terdengar lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan oleh anak-anak kecil. Mereka berpakaian warna merah putih meramaikan suasana kolam pancing Al-Hambra yang berlokasi di Jalan Selatan Pasar, Duduksampeyan.
Nuansa kebersamaan itu semakin kental. Hal ini mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan lewat upacara, melainkan juga melalui kegiatan sederhana yang menyatukan warga.
Bagi banyak peserta, lomba mancing Merah Putih bukan sekadar hiburan. Di balik joran yang melengkung dan kail yang terbenam, tersimpan pesan bahwa jiwa merah putih tidak bisa digantikan oleh apapun.
“Jiwa merah putih itu tidak bisa dibeli dan tidak bisa ditukar dengan apapun. Dengan mancing bareng ini, kita ingin menegaskan bahwa kebersamaan adalah kekuatan kita,” ujar Iskandar.
Panitia, lanjutnya menyediakan air minum mineral dan umpan, doorprize serta hadiah untuk juara ikan terberat dan terbanyak untuk ikan hasil pancingan tetap dibeli sesuai harga per kiloan nya.
Sedangkan seratusan peserta kebanyakan datang bersama keluarga yang biasa menyalurkan hobi memancingnya di Al-Hambra saat libur dihari Sabtu atau hari Minggu.
"Kami diundang panitia, kebetulan sekeluarga kami hobi mancing, dan biasa di sini setiap libur kerja dan sekolah. Tadi dapat empat ekor, satu ikan emas seberat 1,7 kilogram," kata Eko warga Gresik Kota peraih juara II.
BACA: Serunya Lomba Tangkap Ayam Napi Lapas Mojokerto Peringati HUT RI ke-80
Andi (50) warga desa Betiting, Kecamatan Cerme, Gresik mengaku heran. Sebab, pancingannya hanya mendapat seekor ikan Patin, meski umpan diakuinya sudah diracik dengan istimewa.
"Heran saya biasanya narik terus, ini mulai pagi hingga usai jam yang ditentukan cuman dapat satu ekor saja. Santai saja yang pasti lomba mancing Merah Putih ini terkesan buat saya," tuturnya.
Satuki (52) warga Duduksampeyan mengaku bangga bisa mengikuti lomba mancing Merah Putih ini, ia sengaja memakai pakaian ala pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia dengan mengajak keluarganya.
"Saya lihat semangat mereka memancing dengan berpakaian ala pejuang, dan atribut berwarna merah putih, bangga saya jadi orang Indonesia," cetusnya.
Ketika perlombaan usai, senyum para peserta lebih berarti dari sekadar siapa yang mendapat ikan terbanyak. Ada rasa bangga, ada rasa memiliki, dan ada energi kebangsaan yang kembali dipupuk melalui kegiatan sederhana.
Berbeda dengan Emeraldo Gustian bocah 9 Tahun warga Dahanrejo Kecamatan Kebomas, Gresik yang mendapat juara tiga dengan berat ikan 1 kilogram, total pancingan lima ekor ikan patin.
"Sama ayah dan mama, dapat juara tiga. Tapi yang dapat ikan tadi ayah. Dapat hadiah beras dan termos," ujarnya.
Lomba mancing Merah Putih akhirnya menjadi bukti bahwa nasionalisme bisa tumbuh dari manapun, bahkan dari tepi kolam pemancingan, keluarga dan kelompok penghobi mancing terlihat sumringah.
Sebagai catatan, lomba mancing Merah Putih ini peserta diwajibkan berpakaian atau memakai atribut Merah Putih, hasil pancingan tetap ditimbang dan dibeli, namun harga perkilonya mendapat diskon.
Lomba sendiri dibatasi waktunya, peserta hanya di kasih waktu mulai pukul 10 seperti halnya waktu pembacaan proklamasi kemerdekaan, sementara lomba berakhir pukul 13:00 WIB dan diteruskan dengan pembagian hadiah dan door price.
Adapun hadiahnya, untuk juara pertama ikan terberat mendapatkan sebuah kipas angin portabel 18 inci, juara ke dua setrika dan 3 kilo beras, kemudian juara 3 dengan hadiah termos dan beras 3 kilogram.
