Menang di Madrid, Kiki Bertens Tatap Roland Garros

Rochman Arief
Rochman Arief

Minggu, 12 Mei 2019 - 19:34

JATIMNET.COM, Madrid – Keberhasilan Kiki Bertens menjuarai Madrid Terbuka 2019 membuatnya konfiden menatap Grand Slam di Paris, Roland Garros. Kemenangan meyakinkan di Madrid membuat petenis Belanda ini berpeluang masuk sebagai petenis unggulan di Prancis Terbuka atau Roland Garros.

Kini dia berambisi memetik hasil lebih tinggi setelah merengkuh gelar perdana di lapangan tanah liat, Madrid Terbuka. Itu sebabnya dia melaju ke Paris dengan harapan bisa memetik hasil lebih maksimal. 

Bertens hanya sanggup melaju hingga babak semifinal Roland Garros tahun 2016. Itulah capaian tertinggi yang pernah diraih petenis kelahiran Wateringen, di ajang Grand Slam.

BACA JUGA: Kvitova Rebut Gelar Kedua Usai Menang di Stuttgart

“Bermain di lapangan tanah liat, membuat saya benar-benar merasa seperti memainkan permainan saya sendiri," kata Bertens kepada wartawan di Madrid, seperti dikutip Rolandgarros.com, Minggu 12 Mei 2019.

Di partai puncak Madrid Terbuka, Bertens menang meyakinkan atas Simona Halep, 6-4 dan 6-4, Sabtu 11 Mei 2019 waktu setempat. Sebelum terbang ke Madrid, laju Bertens di lapangan tanah liat terhenti di babak semifinal Porsche Grand Prix di Stuttgart, usai dikalahkan Petra Kvitova.

Namun menuju Madrid dengan ambisi tinggi. Sepanjang tampil di ibu kota Spanyol itu, Bertens menjadi petenis wanita pertama yang berhasil menjuarai Madrid Terbuka tanpa kehilangan set.

Begitu juga dengan sejumlah nama yang dia bekuk bukanlah petenis kacangan. Jelena Ostapenko, Petra Kvitova, Sloane Stephens hingga Halep adalah petenis yang pernah mengangkat trofi Grand Slam.

BACA JUGA: Osaka tidak Bersahabat di Tanah Liat

Tahun 2018 lalu adala momen penting bagi Bertens untuk memburu gelar. Memulai musim dari peringkat 31, dia mengakhiri musim 2018 dengan masuk peringkat sembilan peringkat WTA. Petenis berusia 27 tahun itu berpeluang menaikkan peringkatnya andai bisa melangkah lebih jauh di Roland Garros 26 Mei hingga 6 Juni 2019 nanti.

Sementara itu, pelatih Bertens, Raemon Sluiter menilai petenisnya memiliki segalanya. Dia bisa mengombinasikan antara forehand yang kuat, topspin yang kuat dan banyak, slice shot, hingga drop shot mematikan.

“Aku pikir dia serba bisa. Dia bisa mengombinasikan apa yang dia miliki. Saya memanggilnya petenis serba bisa, karena dia juga bisa tampil di berbagai lapangan, hard court, tanah liat, dan rumput sekalipun,” puji Sluiter.

Baca Juga

loading...