Osaka tidak Bersahabat di Tanah Liat

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Rabu, 24 April 2019 - 11:43

JATIMNET.COM, Stuttgart – Prestasi petenis nomor satu dunia Naomi Osaka di paruh musim lalu hingga awal tahun ini cukup mengesankan. Petenis Jepang berdarah Haiti itu memenangi dua Grand Slam, Amerika Serikat Terbuka (September 2018) dan Australia Terbuka (Januari 2019).

Peruntungan Osaka setelah merebut dua gelar Grand Slam di lapangan hard court itu akan diuji di tanah liat. Salah satunya dalam turnamen Porsche Grand Prix di Stuttgart, Jerman 20-28 April 2019. Ajang ini merupakan pemanasan jelang Grand Slam Prancis Terbuka.

Itu sebabnya Osaka sangat berambisi bisa merebut gelar pertamanya di lapangan tanah liat. Sebab gelar yang telah dikumpulkan rata-rata direbut dari lapangan keras.

“Saya tidak akan mengikuti turnamen untuk melepasnya. Saya juga tidak ingin overhype dengan memenangkan turnamen ini, karena ada banyak unggulan, dan tentunya saya bukan bagian itu,” kata Osaka seperti dikutip WTAtennis.com, Selasa 23 April 2019.

BACA JUGA: Bianca Andreescu dan Dominic Thiem Cetak Sejarah

Kehadiran Osaka dalam turnamen ini memiliki dua tujuan. Pertama dia ingin mematahkan tradisi buruk. Dalam dua kali partisipasinya selalu gagal melewati lantaran menderita cedera. Sedangkan tujuan kedua, dia berharap bisa melewati turnamen hingga Rolland Garos (Prancis Terbuka).

“Dalam dua tahun terakhir ini sangat sulit. Sebab setiap kali mengikuti turnamen ini selalu cedera. Saya berharap tahun ini tidak terjadi lagi. Sebab saya punya tujuan utama, untuk tidak cedera hingga Prancis Terbuka,” urai Osaka.

Rekor yang dimiliki Osaka di lapangan tanah liat memang tidak bagus. Dia memiliki rekor kemenangan 45 persen atau mengumpulkan sembilan kemenangan dari 20 kali partisipasi.

BACA JUGA: Naomi Osaka Telan Kekalahan Pertama

Bandingkan dengan lapangan hard court yang memiliki persentase 61,9 persen (73 kemenangan berbanding 45 kekalahan). Sedangkan di lapanghan tumput sedikit lebih baik, 58,8 persen (10:7).

“Saya merasa cara bermain masih sama di setiap turnamen, sangat terbuka. Ini (cara) bukan hanya untuk satu permukaan,” ungkapnya.

Osaka berambisi menjuarai turnamen perdananya di lapangan tanah liat. Ambisi itu sekaligus menutup periode buruk yang didapatnya pasca memenangi Australia Terbuka. Petenis 21 tahun ini kerap dibekap cedera dan penurunan permainan dengan hasil negatif.

Baca Juga

loading...