Melahap Selada Premium di Kebun Hidroponik Banyuwangi

Ahmad Suudi

Senin, 18 Maret 2019 - 12:10

JATIMNET.COM, Surabaya - Selada premium menjadi pilihan warga perkotaan untuk hidup sehat yang dihasilkan dari pertanian organik. Selain untuk lalapan pelengkap nasi goreng, salad sayur, isian sandwich atau roti lapis, juga digunakan sebagai pelengkap berbagai kudapan tanpa dimasak.

Sementara daging analog bisa menjadi pengganti daging sapi bagi para vegetarian karena terbuat pati kedelai. Tak kalah dengan daging sapi asli, semur daging analog memiliki tekstur kenyal dan berserat saat digigit. Bumbu-bumbuan juga berhasil meresap ke dalam sehingga warna hitam kecap lebih merata.

Menyantap daging analog bisa dilakukan dengan berbagai cara, dipadu dengan selada daun lebar mentah yang memiliki sensasi kres dan segar.

Akan lebih nikmat bila disantap di lingkungan perkebunan hidroponik di Cahaya Hydrofarm di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi.

BACA JUGA: Sayur Premium Hidroponik Banyuwangi Masuk Pasar Elit

"Cara makan ala Korea, semur daging analognya dibungkus daun selada. Ambilnya pakai sumpit," kata Rina Novi Cahyani, pemilik Cahaya Hydrofarm yang kerap disapa Opi, Minggu 17 Maret 2019.

Cara makan ala Korea itu kerap ditawarkannya kepada pengunjung yang datang untuk berwisata, edukasi, atau kawan yang sekadar bertamu.

Opi mengedukasi pengunjung tentang pertanian hidroponik untuk selada. Foto: Ahmad Suudi

Letakkan selembar daun selada di tangan kiri, taruh beberapa potong daging di atasnya dengan tangan kanan menggunakan sumpit, lalu bungkus lembaran daun selada dan langsung bisa dilahap.

Renyahnya daun selada langsung bercampur dengan semur daging analog manis disertai rasa bawang merah goreng di dalam mulut. Semur daging analog juga bisa dimakan sebagai lauk biasa untuk nasi putih. Atau dijadikan bahan isian roti lapis lengkap dengan sayur seladanya.

BACA JUGA: Cara Mengurangi Residu Pestisida pada Sayur dan Buah

Daging analog bisa didapatkan dari Opi dengan harga Rp 20 ribu per porsi. Tambah sedap dinikmati dengan jus daun kale yang dikenal memiliki serat yang sangat tinggi seharga Rp 15 ribu.

"Daging analog bisa dimakan di sini atau dalam kondisi mentah beku untuk dibawa pulang," kata Opi lagi.

Dia mengatakan meski memiliki kebun selada organik seluas 15 X 20 meter, stok sayur premium itu sedikit karena pesanan yang masuk sangat banyak. Bahkan yang saat ini tertanam sudah dibeli orang, sehingga untuk menikmati daging analog dan selada hasil kebunnya harus pesan beberapa hari sebelumnya.

Tidak hanya selada, di kebun Cahaya Hydrofarm juga ada mint yang bisa langsung diseduh di tempat, kangkung, cabai, stroberi dataran rendah, dan kale yang semuanya ditanam secara hidroponik organik. Jadi selain menikmati kuliner nabati sehat, bisa sambil belajar pertanian hidroponik yang bikin petaninya tidak perlu kepanasan dan sering kena lumpur.

Baca Juga

loading...