Cara Mengurangi Residu Pestisida pada Sayur dan Buah

Hari Istiawan

Minggu, 11 November 2018 - 23:13

JATIMNET.COM, Surabaya – Bahan-bahan makanan yang diperoleh dari hasil pertanian sangat sulit terhindar dari paparan pestisida. Kecuali yang benar-benar dihasilkan dari sistem pertanian organik. Kebutuhan bahan makanan yang diperoleh di pasaran sulit terhindar dari bahan yang tidak terpapar pestisida.

Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang mengedukasi masyarakat tentang cara efektif membersihkan bahan makanan dari paparan pestisida dan bahan berbahaya lainnya.

"Saat ini, banyak kasus anak-anak mengalami gangguan hormon, seperti penis kecil, dan sebagainya," kata Direktur RSND Prof. dr. Susilo Wibowo, Minggu 11 November 2018.

Dia mengatakan, berbagai gangguan hormon tersebut diakibatkan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung pestisida dan logam berat, seperti timbal (Pb).

Selama ini, kata mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang itu, masyarakat beranggapan membersihkan sayuran dan bahan makanan dengan air saja sudah cukup.

Padahal, kata Susilo, membersihkan dengan air belum sepenuhnya bisa menghilangkan pestisida dan bahan-bahan berbahaya lainnya dari sayur dan buah-buahan.

Salah satunya adalah dengan menggunakan air terozonisasi yang bisa menghilangkan residu pestisida dan zat kimia lain pada bahan makanan, baik sayur, buah, maupun ikan dan daging.

Mengutip artikel yang ditulis  Ayu Refindra Fitriadi dan Ayutia Ciptaningtyas Putri dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, yang berjudul “Metode-Metode Pengurangan Residu Pestisida pada Hasil Pertanian”, disebutkan beberapa cara untuk mengurangi residu pestisida pada hasil pertanian.

Salah satunya memang dengan cara ozonisasi. Cara ini dilakukan dengan mengalirkan gas ozon ke dalam air, kemudian air tersebut digunakan untuk mencuci hasil pertanian.

Kemampuan air terozonisasi ini dalam mendegradasi beberapa pestisida juga dibuktikan oleh Wu dkk. Bahwa pestisida parathion dapat terdegradasi oleh air terozonisasi 100 persen dalam waktu 15 menit. Sedangkan pestisida lainnya seperti diazinon, metilparation, dan sipermetin dalam 15 menit dapat terdegradasi > 60 persen.

Cara lainnya adalah dengan perendaman menggunakan air panas. Air panas dapat menurunkan kadar residu pestisida pada tanaman karena beberapa pestisida memiliki sensitivitas terhadap air panas. Air panas menyebabkan beberapa pestisida terdegradasi hingga 80 persen.

Kemudian penggunaan radiasi ultrasonik. Ayu menuliskan, teknologi radiasi ultrasonik telah terbukti efektif dalam menurunkan kontaminan organik dan anorganik. Energi yang ditimbulkan oleh radiasi ultrasonik ini menyebabkan reaksi sonolisis pada molekul H2O yang menyebabkan timbulnya radikal bebas H dan OH. Radikal ini yang menyebabkan degradasi dan destruksi pada senyawa kimia.

Paparan pestisida pada makanan juga bisa dihilangkan dengan Pengaturan pH. Pencucian menggunakan larutan asam seperti asam sitrat, asam askorbat, asam asetat, dan hidrogen peroksida pada konsentrasi 5 – 10 persen selama 10 menit diindikasikan dapat menurunkan kadar residu pestisida pada hasil pertanian. (ant/BBPPTP Surabaya)

Baca Juga

loading...