Masih Berseragam, Polisi Banyuwangi Tarawih dan Tadarus Pasca Bertugas

Ahmad Suudi

Rabu, 8 Mei 2019 - 05:39

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Personel Kepolisian Banyuwangi yang bertugas mengamankan jalannya ibadah malam pada Bulan Ramadan turut serta dalam kegiatan salat tarawih dan tadarus. Bahkan tak hanya menyimak, sebagian ikut membaca kitab suci Alquran dalam sesi tadarus.

Misalnya Selasa 7 Mei 2019 malam, polisi melakukan aktivitas di Masjid Agung Baiturrahman di pusat kota Banyuwangi. Masih berseragam lengkap, empat aparat keamanan itu duduk dan menyimak ustaz-ustaz yang membaca Quran raksasa Masjid Agung Baiturrahman.

Kepala Satuan Sabhara Polres Banyuwangi AKP Basori Alwi mengatakan inovasi Patroli Tarawih Tadarus (Tawarus) sudah dalam dilaksanakan tiga tahun terakhir di Bulan Puasa. Personel yang bertugas patroli mengatur lalu-lintas di sekitar masjid menjelang isya, setelahnya tenggelam dalam peribadatan di dalam masjid.

BACA JUGA: Warga Banyuwangi Serbu Festival Kuliner dan Takjil Ramadan

"Dalam rangka melaksanakan tugas bulan Ramadan, sambil ngalap (berharap) berkah, kami dengan anggota pengamanan ikut tarawih dan tadarus. Masjidnya berpindah-pindah sesuai dengan jadwal tugas," kata Basori pada Jatimnet.

Dia mengatakan, personel yang mengikuti program Patroli Tawarus semuanya di Satuan Sabhara Polres Banyuwangi. Sesuai jadwal tugas masing-masing, mereka bergantian mengawal keamanan masyarakat tanpa meninggalkan peribadatan Bulan Suci Ramadan.

Sebagian bawahannya, kata Basori, selama Ramadan bertugas di titik ramai pedagang kaki lima (PKL) kuliner dan takjil semata-mata untuk mengurai kemacetan lalu-lintas. Misalnya di Jalan Letnan Kolonel Sugiono, Kelurahan Tukang Kayu, dimana di kanan-kirinya banyak PKL membuka lapak dan kendaraan pembeli parkir untuk belanja takjil.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Harga Bawang Putih di Banyuwangi Melonjak

Ustaz Ahmad Rifai Koordinator Tadarus Quran Besar Masjid Baiturrahman Banyuwangi mengatakan, selain personel kepolisian, ada enam petugas tetap tadarus resmi masjid. Mereka membaca tiga juz dalam semalam sehingga akan khatam atau tamat tiga kali dalam sebulan.

"Tidak semua orang boleh tadarus dengan Alquran besar karena disiarkan melalui radio. Kalau banyak salah nanti banyak protes yang masuk. Kami punya enam petugas, salah satunya hafal Quran," kata Rifai yang juga menjadi imam Masjid Baiturrahman itu.

Baca Juga

loading...