JATIMNET.COM, Sampang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang, Jawa Timur menyatakan hasil pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Sampang akan disidangkan lagi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Komisioner KPU Sampang Miftahur Rozak mengatakan hal itu sesuai dengan keputusan MK yang memerintah pelaksanaan pemungutan suara ulang, serta memerintahkan KPU setempat melaporkan hasil pelaksanaan PSU itu.

"Dan kami telah mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan di persidangan nanti," katanya di Sampang, Kamis kemarin, 8 November 2018. Namun, kata Rozak, sampai saat ini, pihaknya belum menerima pemberitahuan dari MK tentang pelaksanaan sidang itu.

Sesuai ketentuan, MK akan menggelar sidang lagi, setelah KPU  melaksanakan putusan MK, yakni menggelar pemungutan suara ulang di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang. "Tapi, hasil PSU tanggal 27 Oktober 2018 itu telah kami laporkan ke MK dan tinggal menunggu pelaksanaan sidangnya saja," kata Miftahur Rozak.

Rozak mengatakan laporan tentang pelaksanaan PSU itu telah diteliti keabsahannya oleh staf MK, bahkan telah masuk register. "Hanya jadwal sidangnya yang belum dan kami masih menunggu sampai saat ini," katanya. KPU Sampang memiliki kewajiban untuk melaporkan kepada MK selama tujuh  hari kerja setelah pelaksanaan Pilkada ulang berlangsung.

"Apapun yang menjadi materi dalam persidangan nanti, KPU optimis bisa memberikan penyampaian terkait proses pelaksanaan PSU yang telah dilaksanakan secara profesional, integritas, jurdil, dan sesuai peraturan perundang-undangan," katanya.

Pilkada di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur itu diulang, karena ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan pilkada 27 Juni 2018. Sementara itu, pada pelaksanaan pemungutan suara ulang 27 Oktober 2018, pasangan calon Bupati Haji Slamet Junaidi dan wakilnya Abdullah  Hidayat (Jihad) unggul dibanding dua pasangan calon bupati dan wakil  bupati lainnya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi manual yang digelar KPU Sampang,  pasangan `Jihad`unggul 20 persen dibanding pasangan nomor urut 2, yakni pasangan Calon Bupati Haji Hermanto Subaidi - Suparto. Pasangan nomor  urut 1 tersebut unggul 61.358 suara. Sebab, sesuai hasil rekapitulasi,  Jihad meraih dukungan sebanyak 307.126 suara, sementara pasangan nomor  urut 2 Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) meraih dukungan sebanyak 245.768 suara.

Sedangkan yang paling sedikit meraih dukungan masyarakat yakni pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang dengan nomor urut 3, yakni Haji Hisan-Abdullah Mansyur. "Untuk Haji Hisan dan Abdullah  Mansur  hanya  meraih  dukungan  sebanyak 24.746 suara," kata  Komisioner KPU Sampang, Miftahur Rozak, menjelaskan.

Jika dibanding hasil perolehan suara pada pilkada serentak yang digelar pada 27 Juni 2018, perolehan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 itu, bertambah. Sebab, berdasarkan  data  KPU  Sampang,  pada pilkada serentak 27 Juni 2018, pasangan nomor urut 1, H Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad), hanya meraih dukungan 257.121 suara atau 38,41 persen, sementara rivalnya nomor urut 2 Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) meraih dukungan 252.676 suara (37,75 persen).  Sedangkan pasangan nomor urut 3 Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah) meraih dukungan 159.558 suara (23,84 persen). (ant)