Mahasiswa Ubaya Kreasikan Tanah Liat Berbentuk Babi

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 30 Januari 2019 - 05:57

JATIMNET.COM, Surabaya – Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) mengkreasikan tanah liat berbentuk babi dalam rangka menyambut Tahun Baru Cina atau imlek 2570. Kreasi tersebut berkolaborasi dengan sejumlah mahasiswa asing dari Vietnam, Tajikistan dan Kanada.

“Kolaborasi ini sebagai bentuk toleransi antar umat beragama khususnya mahasiswa Ubaya," kata Humas Ubaya Hayuning Purnama Dewi usai Pembuatan Kreasi Babi Tanah di Gedung International Village Lantai 1, Kampus Ubaya Tenggilis Jalan Raya Kalirungkut Surabaya, Selasa 29 Januari 2019.

Mahasiswa Ubaya memang beragam. Mulai dari agama, suku, budaya maupun bahasanya. Sehingga pihaknya mengajak beberapa komponen mahasiswa turut serta meramaikan Tahun Baru Cina 2570 yang beretapan dengan tahun Babi Tanah.

Hayuning mengungkapkan semua dekorasi dan hiasan Tahun Baru Cina didominasi warna merah dan emas. Masyarakat Tionghoa dulunya percaya warna merah dapat mengusir roh jahat. Di era modern ini warna merah melambangkan keberuntungan dan kesuksesan.

Sedangkan warna emas sebagai pengganti warna kuning, bisa identik dengan warna kaisar yang memberikan makna kejayaan dan keberuntungan.

BACA JUGA: Menag Minta Umat Hargai Perayaan Imlek

"Dengan diadakannya kegiatan ini, mahasiswa dapat mengetahui sejarah Tahun Baru Imlek. Baik dalam hal warna, maupun lambangnya,” tambahnya.

Selain hias mendekorasi babi dari tanah liat, mahasiswa asing dapat mengetahui beberapa pernak-pernik jelang Tahun Baru Cina. Antara lain pohon angpao, yaitu pohon yang dipenuhi dengan uang dalam kemasan merah sebagai hadiah dari keluarga.

Selain itu, terdapat tulisan Gong Xi Fa Cai, koin emas, replika pakaian tradisional warga Tionghoa dan sejumlah replika lainnya.

Disamping itu, salah satu mahasiwa Fakultas Industri Kreatif angkatan 2016 Fionna Clarissa mengungkapkan sangat antusias membuat kreasi bernuansa Imlek. Setiap tahunnya merayakan Tahun Baru Cina, tapi belum pernah membuat kreasi apapun. Dia mengaku umumnya hanya berkumpul dengan keluarga dan menunggu angpao saja.

“Kali ini buat sesuatu yang berbeda, apalagi bersama mahasiswa asing, saya sangat senang,” tambahnya.

BACA JUGA: Jelang Imlek, Pesanan Lampion Bambu Dari Banyuwangi Meningkat

Sementara itu, mahasiswi asal Vietnam Vu Thi My Linh menuturkan kegiatan ini merupakan hal baru dan pertama memperingati Imlek di Indonesia.

“Saya paling kesulitan memadukan kombinasi warna sesuai konsep, juga kesulitan pada proses pengecatan, tapi saya suka dan akan terus mencoba,” tambahnya.

Mahasiswi yang akrab dipanggil Linh ini menambahkan jika dalam kegiatan seperti ini dirinya memberikan apresiasi lebih. Pasalnya lewat kegiatan seperti ini dapat tercipta toleransi antar mahasiswa secara multi kultural.

Adapun tiga mahasiswa asing tersebut adalah Vu Thi My Linh (Vietnam), Azizjon Karimov (Tajikistan), dan Arie Naccache (Kanada) yang mengikuti program Darmasiswa Republik Indonesia di Ubaya. Mereka didampingi Fiona, dan Angela Thamrin angkatan 2018 dari Fakultas Farmasi.

Baca Juga

loading...