JATIMNET.COM, Surabaya - Madura masih menjadi primadona bagi PT XL Axiata East Region untuk wilayah Jawa Timur. Market share di pulau garam menguasai 50 persen dibanding cluster lain.

"Kita ada ada 6 cluster, Madura, Surabaya, Sidoarjo, Madiun, Malang dan Jember untuk Jawa Timur. Madura paling banyak market share kita, 50 persen lebih, kemudian Surabaya dan Sidoarjo," ujar Group Head XL Axiata East Regeon, Mochamad Imam Mualim, Selasa 12 Februari 2019.

Market share pelanggan XL Axiata di Madura pernah berada di angka 80 persen sebelum tahun 2015. Namun setelah itu sempat turun dan kini mulai naik lagi dan sudah mencapai sekitar 60 persen. 

BACA JUGA: Pendapatan XL Capai Rp16,9 Triliun di Kuartal Ketiga

Target XL Axiata menaikkan market share di area yang sudah dominan lebih rendah dibanding dengan target untuk area yang market share-nya masih rendah. Dengan begitu, angka pertumbuhannya pun lebih besar di area-area yang market share masih rendah.

Tahun ini XL lebih berkonsentrasi mempertahankan jumlah pelanggan di Madura. Menurutnya, pelanggan Madura memiliki keunikan tersendiri. Masih banyak yang justru menggunakan 2G dibandingkan 4G. Populasinya mendominasi. Pelanggan 2G lebih banyak menggunakan handpone untuk telepon.

"Mereka punya HP smartphone sebenarnya, tapi populasi 2G masih cukup besar. Mereka menggunakannya untuk telepon saja yang 2G," tuturnya.

BACA JUGA: Indosat Dan XL Tingkatkan Kapasitas Layanan

Imam mengaku telah menyiapkan peningkatan layanan penggunaan data. Misalnya meningkatkan kapasitas lalu lintas data, sehingga memungkinkan pengguna masuk lebih banyak saat bersamaan.

Sedangkan pembangunan BTS baru untuk Maudura, lanjut Imam, masih belum. "Maintenance (perbaikan) terus untuk Madura. Kalau BTS baru kita konsentrasi di kepulauan Madura. Tapi kendalanya di pulau itu pasokan listrik," sebutnya.

Untuk pembangunan BTS tahun 2019, XL Axiata belum mengumumkan besaran rencana anggaran untuk belanja modal (capex), termasuk untuk pembangunan jaringan.