Pesepak bola melakukan kampanye #enough sebelum boikot.

Lawan Rasisme, Kapten Manchester United Boikot Media Sosial

Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 19 April 2019 - 13:18

JATIMNET.COM, Surabaya – Pesepak bola profesional Inggris dan Wales memboikot media sosial selama 24 jam, sejak Jumat hingga Sabtu. Boikot dilakukan sebagai bentuk kekecewaan, sekaligus protes, atas sikap media sosial dan otoritas sepak bola menangani rasisme.

Sejumlah insiden rasisme muncul di pertandingan domestik dan internasional, musim ini.

Awal minggu ini, kapten Manchester United Ashley Young, menerima perisakan bernada rasis di Twitter.

Juga kapten Watford, Troy Deeney mengatakan “cukup adalah cukup”.

BACA JUGA: Laga Persebaya dan Arema, Bonek Janjikan Koreografi Ciamik

“Pada Jumat kami mengirim pesan kepada semua orang yang merisak pemain, atau siapapun, entah dalam kerumunan atau di online, yang tidak akan kami toleransi muncul di dalam sepak bola,” kata Deeney, yang memasang fitur disable pada kolom komentar di Instagram nya, dilansir dari Bbc, Kamis 18 Februari 2019.

“Boikot ini adalah langkah kecil, tetapi para pemain satu suara dalam melawan rasisme,”.

Seruan rasis diarahkan kepada sejumlah pemain Inggris, termasuk Danny Rose, selama babak kualifikasi euro 2020 di Montenegro bulan lalu. Defender Spurs itu kemudian mengatakan “ia tak bisa menunggu kemunduran sepak bola,”.

“Saya tidak mau melihat pemain lain harus mengalami apa yang telah saya alami di dalam karir saya,” kata Rose.

BACA JUGA: Erdogan Desak Barat Lawan Islamophobia Pasca Teror Christcurch

“Secara kolektif, kami tak ingin hanya berdiri saja, sedangkan upaya yang dilakukan sosial media dan otoritas sepak bola untuk melindungi pemain dari makian yang menjijikkan ini, sangat sedikit,”.

Kampanye dengan tanda pagar #enough, dimulai oleh Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA), dimulai dari Jumat pukul 09:00 BST hingga Sabtu pukul 09:00 BST, atau Jumat pukul 15:00 WIB hingga Sabtu pukul 15:00 WIB, 18 April hingga 19 April 2019.

Pemain didorong untuk mengunggah #enough di media sosial mereka, sebelum boikot berlangsung.

PFA mengatakan boikot ini adalah “langkah pertama dari kampanye jangka paniang untuk mengatasi rasisme di dunia sepak bola”.

BACA JUGA: Serena Williams jadi Bahan Karikatur Rasis Media Australia

“Boikot ini menjadi pertunjukan persatuan bagi pemain, dan seruan untuk tindakan yang lebih kuat dari jaringan media sosial, dan otoritas sepak bola dalam menyikapi makian rasis baik di dalam dan di luar lapangan,” kata pernyataan PFA.

Defender Manchester United Chris Smaliing menambahkan, “Sudah saatnya bagi Twitter, Instagram dan Facebook untuk mempertimbangkan mengatur saluran mereka, bertanggungjawab untuk melindungi kesehatan mental penggunanya, tanpa membedakan usia, ras, jenis kelaim, dan pendapatan,”.

Sebelumnya, Ashley Young menerima makian rasis setelah tim nya tersisihkan dari Liga Champion, pada Selasa lalu.

Twitter mengatakan “telah memblokir tiga kali lebih banyak akun dengan makian selama 24 jam setelah menerima laporan kasus tersebut, dibandingkan waktu yang sama tahun lalu,”.

BACA JUGA: Ini Profil Klub yang Lolos Delapan Besar Liga Champion

“Kami sedang melanjutkan pekerjaan kami untuk memprioritaskan keamanan pengguna,” katanya.  

Baca Juga

loading...