Logo

Lapas Mojokerto Kembangkan Program Ternak Kambing bagi WBP

Reporter:,Editor:

Jumat, 27 March 2026 04:00 UTC

Lapas Mojokerto Kembangkan Program Ternak Kambing bagi WBP

Warga binaan saat merawat kambing yang dibudidayakan di Lapas Kelas II B Mojokerto . Foto: Humas Lapas Kelas IIB Mojokerto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus berupaya meningkatkan life skill bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Salah satu program pembinaannya melalui pengembangan peternakan kambing yang berlangsung di di area Bimbingan Kerja (Bimker), Rabu, 25 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan. Juga, menjadi bagian dari implementasi 15 program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Selain menambah keterampilan, program tersebut juga diarahkan untuk membekali warga binaan dengan kemampuan yang bernilai guna.

Dalam praktiknya, warga binaan terlibat langsung dalam berbagai tahapan, mulai dari membersihkan dan merawat kandang, memberikan pakan, hingga menjaga kesehatan ternak.

Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan keahlian, tetapi juga membentuk sikap disiplin serta tanggung jawab.

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan menyampaikan bahwa program peternakan ini memiliki peran penting dalam proses pembinaan.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berdampak nyata, serta mendukung penuh 15 program Kemenimipas,” tambahnya.

Tidak hanya sebagai media pembinaan, hasil dari peternakan kambing ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah sekaligus membantu memenuhi kebutuhan internal, sehingga mendorong terciptanya kemandirian di dalam lapas.

Melalui program ini, Lapas Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pembinaan berbasis kemandirian. Tujuannya, mencetak warga binaan yang terampil, mandiri, dan siap kembali berbaur di tengah masyarakat.