Kunjungi INKA, Bambang Haryo Kritik Pembangunan LRT

Nd. Nugroho

Reporter

Nd. Nugroho

Kamis, 11 April 2019 - 19:46

JATIMNET.COM,Madiun – Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengkritik proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi).

Pria yang juga pengusaha shipping line (perusahaan pelayaran) ini mengatakan tidak ada perencanaan yang baik terkait pengadaan moda transportasi massal. Hal ini berakibat molor dampak dari belum siapnya infrastruktur seperti rel, depo, dan stasiun.

“Jalannya masih di bawah 60 persen, deponya masih nol persen, stasiunnya masih 20-an persen, ada yang delapan persen, dan sebagainya. Jadi, kereta ini mau diapain,” ujar legislator dari Partai Gerindra ini saat berkunjung ke PT Industri Kereta Api atau INKA di Kota Madiun, Rabu 10 April 2019.

BACA JUGA: PT INKA Resmi Groundbreaking Pabrik Kereta Api di Banyuwangi

Kondisi ini berbeda dengan proses produksi kereta LRT yang terus berjalan. Bahkan, satu trainset dari 31 rangkaian yang dipesan PT Kereta Api Indonesia atau KAI itu akan diujicobakan pada Juni mendatang. Proses pengiriman dari Madiun ke Jakarta direncanakan pada bulan depan.

Untuk sejumlah rangkaian LRT lainnya, Bambang melanjutkan, bakal diselesaikan hingga Januari 2020. Namun, sesuai informasi yang diterimanya dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pengerjaan infrastruktur LRT baru berlanjut pada tahun 2021 lantaran terkendala pembebasan lahan.

“Berarti harus menunggu 2-3 tahun, bayangkan. Kereta-kereta ini akan ditaruh di mana,” ujar dia kepada sejumlah wartawan. Operasional LRT harus menggunakan infrastruktur yang berbeda dengan kereta lain, salah satunya dari segi ukuran rel 1.435 milimeter. Sementara, jenis kereta lain memakai ukuran rel 1.067 milimeter.

BACA JUGA: 250 Kereta yang Dikirim ke Bangladesh Dibuat di Jatim

Karena itu, Bambang mendesak pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur LRT. Sehingga proyek itu tidak molor yang berdampak pada pengeluaran anggaran untuk menutup operasional proyek tersebut. Adapun dana untuk pembangunan LRT, kata dia, sekitar Rp 29,5 triliun baik untuk infrastruktur maupun pembuatan LRT di PT INKA.

Sementara itu, Senior Manajer Humas, Sekretariat, dan Protokoler PT INKA, Hartono, mengatakan bahwa pihaknya hanya berusaha memenuhi target pembuatan LRT. Apabila pekerjaan maupun pengiriman molor akan akan dikenakan sanksi administrasi.

“Nanti kalau terlambat kami kena ‘penalti’ dan penyelesaian semua (LRT) harus pada tahun 2020,’’ kata dia.

Disinggung tentang rencana pengiriman satu trainset LRT Jabodebek pada Mei nanti, ia menyatakan menunggu informasi tentang kesiapan infrastruktur di sana. Apabila dinyatakan belum dapat beroperasi dengan baik, maka distribusi juga urung dilakukan.

Baca Juga

loading...