KPU Probolinggo Berharap Tak Ada Lagi Pemilu Serentak

Zulkiflie

Minggu, 28 April 2019 - 22:10

JATIMNET.COM, Probolinggo – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Probolinggo berharap pemilihan umum serentak tidak lagi dilaksanakan mengingat banyaknya penyelenggara yang kelelahan, sakit, hingga meninggal.

“Tahapan pemilu yang berlangsung bersamaan banyak menguras waktu, pikiran, dan tenaga,” kata Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, Lukman Hakim, Minggu 28 April 2019.

Ia mencontohkan, dalam proses rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Kecamatan Paiton, membutuhkan waktu hingga empat hari baru selesai.

BACA JUGA: Lagi, Anggota PPS Probolinggo Meninggal Dunia

Berdasarkan anggaran, waktu yang disediakan hanya sekitar tiga hari saja. Meski sudah ditambah waktu sehari Lukman menyebut panitia pemilihan kecamatan setempat tetap kewalahan. "Padahal mereka sudah lembur sampai tengah malam dan pulang pagi," katanya.

Sebagai informasi, di Kecamatan Paiton masuk Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Kabupaten Probolinggo, yang terdiri dari 20 desa dengan jumlah penduduk mencapai 64.677 orang.

Lukman berharap, apa yang terjadi pada pemilu kali ini bisa menjadi evaluasi nasional, mengingat pada 2024 mendatang pemerintah berencana menggelar pemilu serentak kembali.

"Dengan melihat kondisi saat ini, saya harap tidak ada lagi pemilu serentak karena proses pelaksanaannya sangat berat," pungkasnya.

BACA JUGA: Anggota PPS Probolinggo Meninggal Usai Hitung Suara

Di Kabupaten Probolinggo sudah ada dua orang penyelenggara pemungutan suara (PPS) yang meninggal dunia karena kelelahan dalam menjalankan tugasnya.

Lukman menambahkan dalam proses rekapitulasi suara di tingkat kabupaten akan dilakukan sistem empat paralel atau dibagi empat kelompok dalam satu waktu sesuai arahan KPU Pusat.

Pelaksanaan rekapitulasi suara di tingkat kabupaten nantinya akan melibatkan 5 PPK ditambah 1 petugas sekretariat, dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga

loading...