Logo

KPU Kota Probolinggo Sosialisasi Hasil Pilkada 2024 dan Luncurkan Dua Buku Riset  

Reporter:,Editor:

Selasa, 29 April 2025 06:00 UTC

KPU Kota Probolinggo Sosialisasi Hasil Pilkada 2024 dan Luncurkan Dua Buku Riset
 

SOSIALISASI. Ketua KPU Kota Probolinggo Radfan Faisal memberikan paparan terkait sosialisasi hasil Pilkada 2024 di Paseban Sena, Selasa, 29 April 2025. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo menggelar sosialisasi hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024 yang dirangkai dengan peluncuran dua buku hasil riset.

‎Sosialisasi berlangsung di Paseban Sena, Selasa, 29 April 2025, dan dihadiri perwakilan Forkopimda, parpol, stakeholder terkait, dan elemen masyarakat.

‎Ketua KPU Kota Probolinggo Radfan Faisal menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab KPU setelah seluruh tahapan Pilkada selesai dilaksanakan.

‎“Sosialisasi hasil Pilkada adalah bagian dari proses penyampaian informasi yang menjadi tugas kami, khususnya Divisi Sosialisasi, Parmas, dan SDM. Kami kemas kegiatan ini tidak hanya dalam bentuk seremonial, tetapi juga pameran dan peluncuran buku,” katanya.

BACA: Pemkab Probolinggo Siapkan 100 Desa Wisata dan 100 Event untuk Pengembangan Pariwisata

‎Dalam kesempatan tersebut, KPU meluncurkan dua buku. Buku pertama berjudul “Mosaik Demokrasi Lokal: Pilkada Kota Probolinggo Tahun 2024 dalam Angka” yang merupakan kronik tahapan Pilkada.

‎Buku kedua berjudul “Manifestasi Suara Rakyat: Riset Pilkada Serentak Tahun 2024 di Kota Probolinggo” yang menyajikan hasil kajian mendalam terhadap proses dan hasil Pilkada.

‎Radfan menyoroti partisipasi masyarakat Kota Probolinggo dalam Pilkada tahun ini tergolong tinggi. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen, mulai dari KPU, pemerintah daerah, partai politik, hingga pasangan calon.

‎Namun demikian, hasil riset juga mencatat beberapa hal yang perlu dievaluasi. Salah satunya terkait regulasi yang kerap turun di waktu mendekati pelaksanaan.

BACA: Rakor 100 Hari Kerja, Bupati Probolinggo Terpilih Fokus Pembenahan Infrastruktur

‎“Sebagai penyelenggara di tingkat kota, kami harus siap melaksanakan apapun regulasi yang ditetapkan, meski waktu pelaksanaannya sangat terbatas,” katanya.

‎Selain itu, metode kampanye juga menjadi catatan penting. Ia menilai bahwa pendekatan kampanye yang terlalu seragam sering kali tidak tepat sasaran, khususnya untuk segmen pemilih muda.

‎“Dialog tidak selalu efektif untuk anak muda. Perlu metode lain yang lebih sesuai dan komunikatif,” ujarnya.

‎Lewat kegiatan ini, ke depan diharapkan menjadi refleksi dan pijakan untuk peningkatan kualitas demokrasi lokal di masa mendatang.