Korban Terima Santunan Pasca Setahun Ledakan Bom Gereja

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Rabu, 15 Mei 2019 - 15:39

JATIMNET.COM, Surabaya – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memfasilitasi korban ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, 13 Mei 2018. Sebanyak 16 korban diberikan santunan dengan besaran total Rp 1,1 milliar.

Namun pembagian anggaran untuk bantuan dari negara tersebut angkanya berbeda-beda, tergantung pada kerugian yang diderita korban.

“Tidak sama, mulai Rp 20 juta sampai Rp 600 juta," ujar Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo usai mengantarkan para korban menerima santunan di Gedung Negara Grahadi, Rabu 15 Mei 2019.

Seluruh santunan ini, ungkap Hasto, ditanggung negara. Pemberian ini sesuai dengan aturan tentang hak-hak korban yang dituangkan dan dijamin dalam undang-undang.

BACA JUGA: Kenang Tragedi Bom, Surabaya Deklarasikan Anti Terorisme dan Radikalisme

“Ini membuktikan adanya keseriusan negara terutama pemerintah, untuk hadir memberikan layanan dan keadilan kepada masyarakat khususnya korban tindak pidana,” tutur Hasto.

Untuk saat ini pemberian santunan masih terbatas pada 16 korban. Namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah. Mengingat masih ada korban lain dalam peristiwa kelam minggu pertengahan Mei setahun lalu.

Seperti para korban yang juga berjatuhan di Sidoarjo. “Sedangkan jumlah korban di gereja dan di Mapolrestabes Surabaya, saya menduga bertambah,” lanjut Hasto.

LPSK, menurut Hasto, sebenarnya tidak hanya memperjuangkan santunan yang semestinya dilakukan negara. Melainkan juga melakukan pendampingan terhadap layanan rehabilitasi medis bagi mereka yang cedera.

BACA JUGA: Upaya Korban Bom Mapolrestabes Surabaya Menghapus Kecemasan dan Trauma

Kemudian memberikan bantuan psikososial saat korban usai melewati masa penyembuhan. “LPSK juga memberikan layanan pendampingan ketika mereka dimintai kesaksian,” kata Hasto.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan santunan ini sebagai bentuk perlindungan negara terhadap warganya.

Ia pun berterimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan pendampingan terhadap korban ledakan tiga gereja di Surabaya. Pemprov, lanjutnya, siap memberikan pendampingan psikososial terhadap para korban.

“Mudah-mudahan secara psikologis dapat penguatan, dan apabila dibutuhkan psikososial, terapi kami segera melakukan kordinasi. Kita semua bertanggungjawab memberikan proses psikososial proses,” kata Khofifah.

Baca Juga

loading...