Korban Pemukulan Pilot Lion Air Akhirnya Lapor Polisi

M. Khaesar Januar Utomo

Jumat, 3 Mei 2019 - 21:40

JATIMNET.COM, Surabaya – Karyawan hotel La Lisa, Ainur Rofik (27), warga Pamekasan yang merupakan korban penamparan pilot maskapai Lion Air akhirnya melaporkan penganiayaan dirinya ke Mapolrestabes Surabaya, Jumat 3 Mei 2019.

Ainur juga didampingi pihak manajemen hotel tempatnya bekerja ketika melapor ke ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya.

Tiba sekitar pukul 18.55 WIB, Rofik yang didampingi General Manager (GM) Hotel La Lisa Surabaya langsung masuk ke ruang SPKT Polrestabes Surabaya.

Rofik yang mengenakan kemeja batik warna coklat ini langsung duduk di kursi salah satu petugas polisi untuk membuat laporan.

BACA JUGA: Pilot Lion Air Pukul Pegawai Hotel Surabaya, Korban Trauma

Laporan berlangsung singkat, sekitar 20 menit rampung. Ia pun menunjukkan bukti surat laporan dengan nomor STTLP/B/440/V/Res.1.6/2019/SPKT/JATIM/RESTABESSBY.

Dalam laporan tersebut disebutkan jika terlapor Arden Gabriel Sudarto (29) warga Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat dikenai pasal 351 KUHP tentang penganiayaan serta perbuatan tidak menyenangkan.

"Saya serahkan semuanya ke polisi untuk menangani kasus ini," ucap Rofik usai membuat laporan.

Saat disinggung kronologi sebenarnya, dirinya enggan menjelaskan lebih detail kasus penamparan dirinya yang terjadi di hotel tempatnya berkerja. "Semua sudah saya jelaskan ke polisi," kata Rofik.

BACA JUGA: Karyawan Hotel yang Dipukul Pilot Akan Lapor Polisi

Ia juga enggan bercerita lebih banyak dan meminta wartawan untuk melihat video yang sudah viral di media sosial.

Sementara itu, GM Hotel La Lisa, Rahmi D Pris juga mengatakan persoalan ini sudah diserahkan ke pihak kepolisian. "Tinggal tunggu saja bagaimana pemeriksaan selanjutnya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, General Manajer (GM) La Lisa Hotel, Rahmi D Tris membenarkan kejadian pemukulan atau penganiayaan seorang pilot Lion Air kepada karyawannya, Selasa, 30 April 2019.

Rahmi menegaskan, pemukulan tersebut menyebabkan pegawainya mengalami syok sehingga mengajukan izin tidak masuk kerja.

Baca Juga

loading...