Logo

Korban Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto Bertambah, 112 Anak Masih Dirawat

Reporter:,Editor:

Minggu, 11 January 2026 02:00 UTC

Korban Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto Bertambah, 112 Anak Masih Dirawat

Sejumlah santri Pondok Pesantren Mahad An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo saat mendapatkan perawatan. Foto: Hasan.

JATIMNET.COM, Mojokerto - Jumlah pelajar yang mengalami keracunan massal yang diduga akibat menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah di Kabupaten Mojokerto.

Hingga Minggu pagi, 11 Januari 2026, tercatat sebanyak 261 pelajar dan santri yang terdampak. Sebanyak 112 di antaranya menjalani perawatan medis di puskesmas dan rumah sakit.

Penambahan jumlah korban diketahui setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto membuka posko layanan kesehatan di Pondok Pesantren Mahad An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo sejak Sabtu, 10 Januari 2026.

Di posko tersebut, pelayanan kesehatan dijalankan oleh beberapa tenaga medis dari puskesmas dan rumah sakit. Para korban yang mengalami gejala mual, muntah, pusing, demam, hingga diare, datang ke posko dengan diantar oleh keluarga masing-masing.

BACA: Tim Gabungan Selidiki Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Mahad An Nur Mojokerto

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati menyampaikan bahwa total korban yang ditangani melalui posko terus mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.

"Total yg ditangani melalui posko 261 anak. Posisi pasien yang pulang atau rawat jalan 140 anak, dirawat di rumah sakit dan Puskesmas 112 anak, dirawat di posko 9 anak," jelasnya, Minggu pagi, 11 Januari 2026.

Saat ini, pasien keracunan massal dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Puskesmas Pacet, Gondang, dan Kutorejo. Selain itu, beberapa rumah sakit rujukan juga menangani pasien, di antaranya RSUD Prof dr Soekandar, Rumah Sakit Kartini, Rumah Sakit Sumberglagah, Rumah Sakit Mawaddah dan Rumah Sakit Islam Arofah.

"Itu (261 korban) di luar pasien yang datang mandiri ke rumah sakit atau puskesmas. Misal, di RSUD Prof dr Soekandar ada tambahan 13 pasien," tambahnya.

BACA: Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto Meluas, 152 Santri Dua Ponpes Terdampak

Dyan juga menyebut, jumlah korban masih berpotensi bertambah. Sebab, terdapat sejumlah pelajar dan santri yang memilih langsung mendatangi rumah sakit atau puskesmas tanpa melalui posko.

Diberitakan sebelumnya, ratusan pelajar dan santri dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG berupa menu soto ayam yang disiapkan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Menu makanan tersebut dibagikan kepada para pelajar dan santri pada Jumat siang 9 Januari 2026.