Konsesi Bandara Kediri Masih Memungkinkan Diperpanjang

Baehaqi Almutoif

Kamis, 28 Maret 2019 - 12:07

JATIMNET.COM, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai pembangunan Bandar Udara Kediri dapat menjadi aset strategis nasional. Menurutnya menjadikan bandara tersebut bisa mewadahi kepentingan nasional yang lebih luas.

“Semua proyek itu ada kelayakan ekonominya. Jadi tidak bisa dipukul rata. Undang-undang luas, tapi di dalamnya ada peraturan menteri juga,” ujar Emil saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Timur, Kamis 28 Maret 2019.

Salah satu yang disebut Emil adalah Peraturan Menteri Nomor 193 Tahun 2015 tentang konsesi dan bentuk kerjasama lainnya antara pemerintah dengan badan usaha bandar udara untuk pelayanan jasa kebandarudaraan. Peraturan menteri ini bisa menjadi pertimbangan sesuai dengan konteks spesifikasi yang dihadapi.

“Aturan kan seharusnya tidak mengatur berapa lamanya. Tapi semua proyek itu ada kelayakan ekonominya," kata Emil.

BACA JUGA: Gudang Garam Tunda GroundbreakingPembangunan Bandar Udara Kediri

Ia optimis, Bandara Kediri jika telah beroperasi bisa memberi dampak ekonomi kepada 13 kabupaten/kota di wilayah Selatan Jawa Timur. Dengan sendirinya bandara tersebut bisa mendorong perdagangan, pariwisata sekaligus menaikkan investasi.

Adapun Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur Fattah Jasin mengaku telah berkomitmen mewujudkan keberadaan Bandar Udara Kediri. Salah satunya dengan memberikan penetapan lokasi terhadap tata ruang adanya bandara di Kota Tahu tersebut.

“Semua kesesuaian tata ruang dengan dokumen perencanaan sudah disiapkan dukungannya. Termasuk penetapan lokasi oleh gubernur,” ungkap Fattah Jasin.

Penetapan lokasi itu digunakan untuk melanjutkan pembebasan lahan yang selama ini telah dilakukan pabrik rokok, Gudang Garam. “Sudah mulai kok pembebasan lahannya. Saya tidak hafal angka pastinya luas lahan yang sudah dibebaskan,” tuturnya.

BACA JUGA: Pembangunan Bandar Udara Kediri Tunggu Penlok

Selanjutnya, pada 1 April 2019 nanti, semua pihak diundang menggelar rapat koordinasi bersama Kemenko Maritim dan Kemenhub di Kantor Kemenko Maritim di Jakarta. Dalam rapat itu akan dibahas bagaimana sikap selanjutnya PT Surya Dhoho Investama (SDI) selaku investor.

Mantan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Jatim itu yakni PT SDI tetap melanjutkan proyek tersebut.

"Jika melihat sudah ada pembebasan tanah, sepertinya pembangunan akan terus jalan. Mudah-mudahan investor tidak hanya melihat dari segi bisnisnya saja, tapi kepentingan masyarakat di wilayah Selatan Jatim," tandasnya.

Sekadar diketahui, Bandar Udara Kediri direncanakan memiliki panjang runway landasan pacu 2.600 hingga 3.000 meter. Pada tahap pertama landasan pacu dibangun sepanjang 2.400. Panjag tersebut cukup untuk operasional pesawat komersial Boeing 737. Ke depan bandara ini akan dimaksimalkan agar bisa menjadi landasan pesawat Boeing 777.

Baca Juga

loading...