Belum ada kesepakatan atas jangka waktu konsesi pengelolaan

Gudang Garam Tunda Groundbreaking Pembangunan Bandar Udara Kediri

Baehaqi Almutoif

Kamis, 28 Maret 2019 - 08:23

JATIMNET.COM, Surabaya - PT Surya Dhoho Investama menunda peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Bandara Kediri yang semula dijadwalkan Maret 2019. Anak perusahaan Gudang Garam ini keberatan atas konsesi pengelolaan bandara yang jangka waktunya hanya 30 tahun.

"Bandara itu kan persetujuannya dari Kementerian Perhubungan. Lah persyaratan di Kementerian Perhubungan itu harus ada konsesi. Ini yang jadi pertimbangan PT SDI," ujar Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Fattah Jasin, Rabu 27 Maret 2019.

Ihwal konsesi ini telah diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Ia menyampaikan anak perusahaan Gudang Garam itu merasa keberatan dengan aturan tersebut. PT SDI menganggap perlu diperpanjang lagi jangka waktu konsesinya.

BACA JUGA: Bandara Kediri Diusulkan Terhubung dengan Tol

Dinas Perhubungan Jawa Timur berencana menggelar pertemuan dengan PT SDI guna membahas masalah konsesi ini awal bulan depan. Fattah berharap investor tidak melihat dari sisi bisnisnya saja. "Semoga juga melihat kepentingan masyarakat untuk wilayah Selatan Jatim," ungkapnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak optimis bandara pertama yang dikelola swasta dengan skema Publik Private Partnership dapat terus berlanjut. "Ini saya lagi dalam proses untuk menanyakan lagi. Saya melihat progresnya pengerjaannya sudah terlalu jauh untuk kemudian ada penundaan jangka panjang," kata Emil.

Dia lebih menilai yang terjadi saat ini adalah proses pematangan kerja sama antara badan usaha dengan pemerintah. Karenanya semua pihak perlu mempertimbangkan opsi langkah mana yang akan diambil. Mengingat sejauh ini belum banyak rujukan kerja sama mengenai pembangunan bandara yang melibatkan pihak swasta.

BACA JUGA: Bandara Banyuwangi Belum Ramah Difabel

"Makanya jangan ngomong berapa tahun. Aturan kan seharusnya tidak ngatur berapa lamanya, karena semua proyek itu ada kelayakan ekonominya," ungkapnya.

Sekadar diketahui, dalam rapat koordinasi tentang pembangunan Bandara Kediri bersama Kementerian Perhubungan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pekan lalu diketahui, ada konsesi pengelolaan Bandar Udara Kediri yang berlaku 30 tahun.

Pihak PT DSI merasa keberatan atas hal itu, sehingga berakibat pada peletakan batu pertama pembangunan Bandara Kediri yang semula dijadwalkan Maret 2019, harus mundur.

Baca Juga

loading...