Kominfo Larang Aplikasi Chatting Digunakan untuk Prostitusi

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 12 Juni 2019 - 16:57

JATIMNET.COM, Surabaya – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut aplikasi percakapan tak boleh digunakan untuk bisnis prostitusi. Pihaknya berencana untuk berdiskusi dengan penyedia aplikasi Michat, terkait informasi digunakannya aplikasi itu untuk bisnis prostitusi di Surabaya.

"(Aplikasi) tidak boleh (digunakan untuk prostitusi online). Kalau memang seperti itu, nanti kita bicara dengan Michat," kata Menkominfo Rudiantara di Jakarta, Rabu 12 Juni 2019.

Rudiantara menyatakan belum mendapatkan informasi mengenai kasus prostitusi online yang melibatkan aplikasi Michat sehingga belum bisa memberikan banyak komentar terkait temuan ini.

Dia berpendapat, platform mengobrol dan berjejaring sosial perlu memasang kecerdasan buatan atau artificial intelligence, untuk menyaring konten yang beredar di platform tersebut.

BACA JUGA: Lebaran Usai, KPK Ingatkan Pejabat Negara Lapor Gratifikasi 

Beberapa hari belakangan, aplikasi Michat dikaitkan dengan kasus prostitusi online dalam kasus penggerebekan di daerah Surabaya, Jawa Timur.

Seorang pemuda mencari kenalan perempuan lewat Michat, dan dapat diajak  berhubungan intim.

Michat, dibaca "mai cet", adalah aplikasi pesan instan yang memiliki fitur untuk menemukan teman baru berdasarkan lokasi terdekat.

Michat memiliki fitur "People Nearby" untuk menemukan pengguna lain aplikasi tersebut, yang sedang berada tidak jauh dari lokasi pengguna.

BACA JUGA: Informasikan Peringatan Dini, Pemudik Diimbau Instal Aplikasi "Info BMKG" 

Sama seperti aplikasi perpesanan instan lainnya, Michat mendukung pesan dalam bentuk teks, foto dan video. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk kelompok mengobrol dengan anggota hingga 500 orang. 

Aplikasi Michat dikembangkan oleh Michat PTE Limited, berdasarkan penelusuran, berbasis di Singapura. Aplikasi Michat diunduh lebih dari 10 juta kali di Google Play Store. 

Google Play Store memberi rating "3+ untuk aplikasi ini, sementara App Store memberi rating "17+" dengan alasan mengandung konten seksual tingkat ringan (infrequent/mild sexual content and nudity). (ant)

Baca Juga

loading...