Senin, 13 July 2026 09:30 UTC

Grafis kondisi cuaca di Jawa Timur, Senin, 13 Juli 2026. Foto: BMKG Juanda.
JATIMNET.COM, Surabaya – Warga di Jawa Timur (Jatim) diprediksi bakal merasakan udara lebih dingin dari biasanya atau bediding hingga akhir Agustus 2026.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu terendah di Jatim mencapai 1,6 derajat Celcius. Kondisi ini berlangsung di kawasan Bromo, Kabupaten Probolinggo pada masa pengamatan 12 – 13 Juli 2026.
Prakirawan BMKG Kelas I Juanda Rendy Irawadi mengatakan suhu ekstrem tersebut dipengaruhi dua hal. Pertama, karakteristik wilayah pegunungan serta kondisi atmosfer yang saat ini mendukung terjadinya pendinginan udara pada malam hingga pagi hari.
"Memang benar, karena dari seluruh alat pengukuran suhu yang tersebar di Jawa Timur, Bromo menjadi lokasi dengan suhu paling rendah," kata Rendy, Senin, 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan fenomena bediding dipicu oleh minimnya tutupan awan selama musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat panas yang dilepaskan permukaan bumi pada malam hari tidak dipantulkan kembali oleh awan. Namun, langsung terlepas ke atmosfer sehingga suhu permukaan turun lebih cepat.
"Minimnya tutupan awan di wilayah Jawa Timur menyebabkan panas bumi yang terlepas pada malam hari tidak terpantulkan kembali dan langsung menuju atmosfer," ujarnya.
Selain itu, lanjut Rendy, massa udara yang bertiup dari Benua Australia juga berkontribusi terhadap turunnya suhu udara di Jatim.
"Angin yang bertiup berasal dari Australia sehingga membawa massa udara yang kering dan dingin ke wilayah Jawa Timur," katanya.
Fenomena ini juga mengakibatkan bediding berlangsung di beberapa daerah di Jatim. Namun, dengan suhu udara berbeda.
BMKG Stageof Pasuruan (Tretes) mencatat suhu udara di 13,6 derajat Celcius di wilayah kerjanya. AWS Kota Batu 13,9 derajat Celsius, Lanud Abdulrachman Saleh Malang 14,0 derajat Celsius, serta AWS Karangan, Trenggalek 15,2 derajat Celsius.
Di wilayah dataran rendah, suhu minimum berkisar antara 15 hingga 19 derajat Celsius. Beberapa di antaranya Bondowoso 15,7 derajat Celsius, Stasiun Klimatologi Jawa Timur 16,8 derajat Celsius.
Kemudian, Sawahan Nganjuk 17,1 derajat Celsius, Kediri dan Ponorogo sekitar 17,4–17,5 derajat Celsius, hingga Banyuwangi dan Situbondo berkisar 18–19 derajat Celsius.
Sementara itu, wilayah pesisir dan kepulauan mencatat suhu relatif lebih hangat. BMKG Juanda mencatat suhu minimum 22,8 derajat Celsius, Pelabuhan Probolinggo 23,6 derajat Celsius, Perak Surabaya sekitar 23,5–23,8 derajat Celsius, sedangkan suhu minimum tertinggi tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi Bawean, Gresik, yakni 26,7 derajat Celsius.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, agar menjaga kondisi kesehatan dengan menggunakan pakaian hangat saat malam hingga pagi hari.
Masyarakat juga diingatkan untuk tetap mewaspadai potensi perubahan cuaca meski saat ini Jawa Timur tengah memasuki puncak musim kemarau
