Minggu, 02 August 2026 10:00 UTC

KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Minggu siang, 2 Agustus 2026. Foto: Instagram.com/kantorsa_surabaya
JATIMNET.COM, Sumenep – Insiden kebakaran hebat menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Minggu siang, 2 Agustus 2026.
Dari total 271 orang yang berada di atas kapal, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 236 orang, dengan rincian 231 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan proses penyelamatan melibatkan kapal-kapal yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian sebelum unsur SAR tiba.
"Berdasarkan data yang kami himpun, sebanyak 236 orang telah berhasil dievakuasi. Sebanyak 231 orang dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang ditemukan meninggal dunia," ujar Nanang selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam keterangannya.
Kebakaran terjadi saat kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar tersebut berlayar di perairan utara Pulau Sapudi, sekitar 19 nautical mile dari daratan.
Kobaran api dengan cepat melalap sebagian besar badan kapal hingga kondisinya dilaporkan hampir habis terbakar.
Situasi itu memaksa para penumpang dan kru berkumpul di bagian haluan serta anjungan kapal untuk menyelamatkan diri. Sejumlah penumpang bahkan dilaporkan melompat ke laut sebelum akhirnya dievakuasi kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.
Dalam proses evakuasi, Kapal Meratus Pematang Siantar menyelamatkan 113 orang, terdiri dari 111 orang selamat dan dua korban meninggal. Tugboat Hasnur 26 mengevakuasi 66 orang, yakni 65 selamat dan satu meninggal.
Selanjutnya, Kapal Transco Arafura menyelamatkan 17 orang, Kapal Meratus Project 3 mengevakuasi 14 orang yang terdiri dari 13 selamat dan satu meninggal dunia.
Kapal Prakarsa Mas menyelamatkan enam orang, SC Aila XVII sembilan orang, Selaras Mas tujuh orang, British Mentor dua orang, serta seorang penumpang lainnya dievakuasi nelayan dalam kondisi selamat. Sementara satu korban meninggal dievakuasi Kapal Alcon Daniel.
Laporan kebakaran pertama diterima Kantor SAR Kelas A Surabaya dari KSOP Utama Tanjung Perak. Tak lama berselang, operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran juga melaporkan kejadian serupa kepada petugas SAR.
Merespons laporan tersebut, Basarnas mengerahkan KN SAR 249 Permadi dari Dermaga Navigasi Tanjung Perak serta Tim Rescue Pos SAR Sumenep menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pelabuhan Kalianget. Koordinasi juga dilakukan dengan kapal-kapal niaga, aparat maritim, dan nelayan yang berada di sekitar lokasi untuk mempercepat proses penyelamatan.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Surabaya, KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Kalianget, VTS Surabaya, SROP Surabaya, Ditpolairud Polda Jatim, Polres Sumenep.
Kemudian, Satpolairud Sumenep, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sumenep, Koarmada II melalui KRI Nala-363 dan KRI Bung Hatta, serta sejumlah kapal niaga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Selama proses pencarian dan evakuasi, tim SAR menghadapi cuaca yang kurang bersahabat di perairan utara Sumenep. Meski demikian, operasi tetap berlangsung dengan mengutamakan keselamatan personel dan peralatan SAR.
