Kiai NU Blitar Wafat Usai Diseruduk Sapi Kurban

Yosibio

Reporter

Yosibio

Rabu, 14 Agustus 2019 - 16:18

JATIMNET.COM, Blitar – Warga NU Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar berduka. Itu setelah Kiai Sureki yang juga Ketua Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Selopuro wafat di RS Ngudi Waluyo, Wlingi, Blitar pada Selasa 13 Agustus 2019 malam.

Dia wafat setelah dirawat dua hari di rumah sakit setempat, akibat diseruduk sapi kurban jenis limusin berbobot sekitar 700-800 kg, di halaman Masjid Miftahul Jannah, Wlingi, Minggu 11 Agustus 2019.

Keterangan yang didapat Jatimnet.com dari takmir Masjid Agung Wlingi Miftahul Jannah, Farkan bahwa Kiai Sureki (64) diseruduk sapi sumbangan dari Pemkab Blitar.

Sapi tersebut, lanjut Farkan, ikatannya terlepas sebelum disembelih kemudian berlari ke arah selatan. Dalam kondisi liar itu, sapi sempat menyeruduk kambing kurban, kemudian kembali arah ke utara.

BACA JUGA: Presiden dan Gubernur Berkurban di Masjid Al Akbar

Ternak tersebut kemudian menuju ke arah korban yang baru saja tiba. Korban saat itu ke lokasi untuk ikut menyembelih hewan kurban atas undangan takmir masjid.

“Beliau tidak tahu ada sapi lepas, karena saat itu pak kiai menerima atau sedang menelpon. Sambil membawa ransel berisi peralatan menyembelih, beliau diseruduk sapi dari arah selatan,” terang Farkan, Rabu 14 Agustus 2019.

Kiai Sureki kemudian terjatuh dan kepalanya terluka akibat benturan dengan paving di halaman masjid. Selanjutnya korban dilarikan ke rumah sakit yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.

Namun koordinator kecamatan kajian subuh di Masjid Agung Wlingi ini wafat di ruang perawatan. “Kami mendapat kabar beliau wafat semalam (Selasa 13 Agustus 2019 malam),” imbuh guru fiqih, di MAN Wlingi ini.

BACA JUGA: Warga Blitar Manfaatkan Daun Jati dan Pisang Bungkus Daging Kurban

Sementara itu, Kasi Kesmavet Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Samsul Arif mengatakan perlunya menenangkan hewan kurban sebelum disembelih.

Samsul yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa memilukan itu, menduga sapi lepas karena stres. Sebab ternak tersebut berada di tengah kerumunan warga yang memenuhi halaman masjid.

Kemudian banyak yang warga panik dan berteriak saat melihat ternak untuk kurban berbobot jumbo ini terlepas. “Saat sapi terlepas, banyak warga yang mengejar sambil berteriak. Kondisi ini justru membuat sapi semakin stres,” ungkap Samsul.

Diga mengimbau kepada masyarakat agar jelang penyembelihan suasana di sekitar disterilkan dari warga yang melihat. Meski hal ini susah, setidaknya bisa menekan agar insiden serupa tidak terulang.

Baca Juga

loading...