Khofifah: Perlu Dipikir Bersama Penggunaan Kertas Bekas untuk Industri

Baehaqi Almutoif

Senin, 15 Juli 2019 - 18:58

JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menahan impor sampah untuk industri kertas.

Sebab kertas bekas yang diimpor tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan kertas di sejumlah pabrik di Jawa Timur. Penahanan impor kertas bekas yang tercampur sampah plastik itu harus dicarikan solusi, agar industri kertas di Jatim tidak berhenti berproduksi.

“Pabrik kertas di Jawa Timur yang bahan bakunya menggunakan sampah kertas sudah mulai menipis. Kemungkinan hanya bertahan sampai sepuluh hari ke depan,” kata Khofifah, Senin 5 Juli 2019.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Harapkan Sampah Hasilkan Listrik

Terancam mandeknya produksi kertas ditengarai kehabisan bahan baku setelah pada 20 Juni 2019 lalu Bea Cukai mengekspor kembali ke negara asal, Australia. Alasannya kertas berkas tersebut telah tercampur sampah plastik.

Selain itu, informasi yang didapat Khofifah, sebanyak 305 peti kemas masih tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. “Ini akan menjadi pekerjaan rumah untuk berkoordinasi dengan KLHK, serta Kementerian Perindustrian,” bebernya.

Ia berharap ada solusi terkait re-ekspor sampah bahan baku industri kertas. Dengan begitu industri kertas di Indonesia yang menggunakan bahan baku kertas bekas itu tidak berhenti beroperasi.

BACA JUGA: Impor Sampah Asal Australia

“Ada opsi menggunakan pulp. Tapi kalau memakai pulp, berarti harus melakukan penebangan kayu di hutan. Jika itu dilakukan, akan masif terjadi,” mantan Menteri Sosial itu menjelaskan.

Tetapi, Khofifah menjelaskan, apabila menggunakan kertas bekas adalah sesuatu yang wajar. Tetapi problem pada saat ini adalah tercampurnya kertas bekas dengan plastik. Menurutnya limbah plastik inilah yang harus dipisahkan demi kepentingan bersama.

Baca Juga

loading...