Khofifah Panen Melon Golden Langkawi Berbentuk Persegi di Sidoarjo

Harga jualnya lebih mahal dibanding melon biasa
Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Rabu, 15 Mei 2019 - 14:38

JATIMNET.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanen Melon Golden Langkawi di Puspo Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Rabu 15 Mei 2019. Melon berbentuk persegi ini diklaim memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding melon biasa.  

Puspo Lebo membudidayakan Melon Langkawi yang tidak hanya berbentuk persegi saja. Tetapi ada juga yang berbentuk hati. Tidak hanya unggul karena bentuknya yang tidak biasa, melon jenis ini mempunyai rasa yang tidak kalah dengan melon kalitas super.  

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan melon tersebut mampu dijual tiga kali lipat dari harga normal. "Tiga kali lipat, kalau kualitas super Rp 6 ribu per kilogram, berarti kali tiga, ya Rp 18 ribu," kata Khofifah usai memanen melon, Rabu 15 Mei 2019.

BACA JUGA: Bawang Putih Impor dari Cina Tekan Harga di Pasaran

Khofiah menyebut pasar melon ini cukup menjanjikan karena peminatnya masyarakat kelas menengah ke atas. Saat ini melon berbentuk kotak ini telah masuk ke pasar modern, serta supermarket buah.

Tidak hanya pasar lokal, gubernur kelahiran Surabaya itu menyebut melon ini juga tembus ke pasar ekspor. Hanya saja, Pemprov Jawa Timur belum menggarap serius ekspor melon beraneka bentuk tersebut. Untuk saat ini baru berkosentrasi pada pasar dalam negeri.

"Sebetulnya pasar ekspor sudah. Tapi perlu lahan lebih luas lagi, sehingga kita penuhi pasar dalam negeri kemudian luar negeri," ungkapnya.

Khofifah berharap inovasi yang dilakukan UPT Pengembangan Agribnisnis Tanaman Pangan dan Hortikultural, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur itu dicontoh petani melon. Dengan begitu mampu meningkatkan ekonomi petani.

BACA JUGA: Begini Cara Khofifah Makan Kurma Ajwa

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Hadi Sulistyo mengatakan, dengan lahan seluas 3200 meter persegi, dan 3412 pohon mampu menghasilkan 6,8 ton melon Golden Langkawi. Setiap buah memiliki berat 2 kilogram.

"Kami melaksanakan teknologi pertanian melon di dalam green house yang dilengkapi dengan irigasi tetes, sehingga dapat menekan penggunaan pestisida kimia, dan mengurangi mengurangi biaya tenaga kerja untuk pengairan," kata Hadi.

Sistem tanam menggunakan standard tersebut bisa menghasilkan masa panen tiga kali setahun. "Kami melakukan uji coba menggunakan melon berbentuk lain seperti bentuk kotak," tandasnya.

Baca Juga

loading...