Khofifah Menyetujui Banyuwangi Buka Jurusan SMK Kopi dan Cokelat

Ahmad Suudi

Kamis, 25 April 2019 - 08:41

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan akan mengeluarkan izin jurusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru di Banyuwangi, yakni pengolahan kopi dan cokelat. Hal itu disampaikannya dalam acara Festival Kebaya Banyuwangi yang digelar di Gedung Kesenian dan Kebudayaan (Gesibu) Blambangan Banyuwangi, Rabu 24 April 2019.

Pernyataan Khofifah ini untuk menjawab permintaan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang sebelumnya disampaikan melalui sambutan pembukaan acara peragaan busana kebaya itu.

Anas meminta agar pengajuan permohonan pembukaan jurusan SMK pengolahan coklat dan kopi disetujui Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur.

"Kita memang sudah harus menyiapkan mereka yang memiliki talenta kuat di bidangnya, minat di bidangnya. Harus diberikan ruang untuk tumbuh kembang supaya bisa menuai sukses di usia muda," kata Khofifah di atas panggung.

BACA JUGA: Kopi, Nektar Para Dewa atau Racun?

Dia mengatakan SMK jurusan kopi dan cokelat di Banyuwangi, termasuk SMK jurusan Kulit di Magetan yang akan dibuka, nantinya akan dikaitkan dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sehingga ada bantuan pemasaran dari pemerintah, dimana pemerintah tidak mengutamakan mencari keuntungan, untuk mendorong produktivitas masyarakat.

Khofifah melanjutkan beberapa SMK yang sudah terintegrasi dengan BLUD, siswanya mampu mendapatkan pemasukan ekonomi sembari menikmati bangku pendidikannya.

Dia mengatakan sistem pendidikan seperti itu harus dibangun lebih banyak lagi agar kemandirian bisa dicapai siswa sejak usia muda.

BACA JUGA: Minuman Kopi Cokelat Ini Bisa untuk Masker Wajah

"Dan ketika saya dengar Pak Bupati tentang SMK kopi dan SMK coklat, saya langsung telepon, saya langsung WA, saya instruksikan kepada Dinas Provinsi Jawa Timur segera dikeluarkan izinnya," ujar Gubernur wanita pertama Jawa Timur itu.

Bupati Anas sebelumnya mengatakan jurusan kopi dan cokelat diambil karena potensinya yang melimpah di Bumi Blambangan. Selain mudah didapatkan, kata Anas, harga bahan baku kopi juga murah di kisaran Rp 17 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram.

Kemudian setelah diolah dan dijual dalam cangkir-cangkir siap minum nilainya bisa naik menjadi 100 ribu. Dia mengatakan potensi ekonomi itu yang bisa cepat diupayakan dan cepat meningkatkan nilai ekonomi kopi Banyuwangi.

"Lebih baik ini yang bisa cepat kita kerjakan meski sederhana, daripada yang lain keren tapi susah dikerjakan," kata Anas.

Baca Juga

loading...