Keuntungan Twitter Masih Tinggi Meski Kehilangan Jutaan Akun

Nani Mashita
Nani Mashita

Jumat, 8 Februari 2019 - 19:40

JATIMNET.COM, Surabaya - Twitter melaporkan pendapatan terbarunya. Meski banyak ditinggal user aktif, Twitter malah menghasilkan lebih banyak uang.

Layanan mikroblogging ini melaporkan rekor pemasukan sebesar USD 909 juta pada kuartal keempat atau meningkat 24 persen dibandingkan tahun lalu. Perusahaan juga mengumumkan pendapatan USD 3 miliar tahun lalu, naik 25 persen dari 2017 dilansir dari www.mashable.com, Jumat 8 Februari 2019.

BACA JUGA: Twitter Segera Terapkan Mode Malam

Selain itu, Twitter juga melaporkan total pengguna bulanannya yang pada akhir tahun mencapai 321 juta pengguna. Artinya Twitter kehilangan 5 juta pengguna pada kuartal terakhir.

Basis pengguna bulanan Twitter telah turun ke level yang belum pernah terlihat sejak akhir 2016. Pengguna bulanan telah menurun di Twitter setiap kuartal satu tahun lalu. Twitter sendiri berencana untuk melaporkan jumlah pengguna bulanan di platform tersebut.

BACA JUGA: Twitter Peringatkan Tweet Privat Bersifat Publik

Twitter akhirnya beralih dengan memonetisasi pengguna yang login dan mengakses Twitter pada hari tertentu melalui Twitter.com atau aplikasi Twitter yang dapat menampilkan iklan.

Twitter melaporkan bahwa ia memiliki 126 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 115 juta mDAU.

Salah satu alasan penurunan pengguna bulanannya dikarenakan keputusan pembersihan bot dan akun spam dari platformnya. Di sisi lain, metrik pengguna aktif harian meningkat.

BACA JUGA: Saham Twitter Melonjak 15, 47 Persen

Jumlah pengguna harian Twitter ini jelas sangat kecil, dibandingkan dengan Facebook yang mencapai 1,52 miliar. Tapi laporan akhir yang keluar bulan lalu mengklaim separuh dari pengguna Facebook mungkin palsu.

Tapi tetap saja penurunan pengguna Twitter memunculkan pertanyaan. Sebuah platform yang sehat tetap akan mencatat pertumbuhan penggunanya. Seperti pada Snapchat yang hanya tersedia di ponsel, melaporkan pengguna harian yang lebih besar dari Twitter.    

Baca Juga

loading...