JATIMNET.COM, Surabaya – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Timur menunjukkan sikap politik saat dikunjungi Calon Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar menegaskan secara institusi pihaknya tidak akan campur tangan dalam bursa presiden tahun 2019 mendatang.

Sikap politik itu ditunjukkan dalam kapasitasnya sebagai pemimpin lembaga umat Islam terbesar di Indonesia. Selain itu, PW NU juga tidak akan berpolitik praktis apakah mendukung KH Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto.

“PWNU secara resmi memang tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Tidak akan ada dukungan untuk Kiai Amin maupun Prabowo (Subianto),” kata KH Marzuki Mustamar, selepas menerima kunjungan calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin Senin malam, 3 September 2018.

Meski demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya suara dukungan para kiai, santri, maupun nahdliyin dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Itu hak beliau-beliaunya, tetapi gak mungkin kita tidak menyukseskan gawe kiai. Gak pantes kiai mantu, santri gak buwuh (ga pantas kiai punya hajatan, santri tidak hadir kondangan),” jelasnya beretorika.

Pernyataan kiai kelahiran Blitar 22 September 1966 itu merujuk pada posisi KH Ma’ruf Amin yang masih menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Tentu dia tidak mengharuskan santri memilih Ma’ruf Amin, tetapi sudah menjadi tanggung jawab untuk umat nahdliyin untuk mendukungnya.

Meski mengisyaratkan adanya dukungan penuh, PWNU menegaskan tidak akan ada sanksi bagi kader NU yang tak memilih KH Ma’ruf Amin. “Seperti Muhammadiyah, tak ada sanksi bagi kader yang tak memilih Kiai Ma’ruf Amin selama tidak menimbulkan keributan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Prof. Dr Abd A’la menuturkan hal serupa. Dalam pertemuan semalam, tidak ada instruksi yang menyebut secara khusus untuk mendukung KH Ma’ruf Amin tahun depan.

“Secara kelembagaan tidak, karena NU kan lepas dari politik praktis. Tapi kalau secara pribadi-pribadi, iya monggo (silahkan),” tegasnya.

Rektor UIN Sunan Ampel itu mengatakan dukungan para kiai NU bukan semata-mata karena kesamaan organisasi. Ia juga membantah dukungan bulat karena KH Ma’ruf Amin sudah setuju lengser keprabon (mengundurkan diri) dari jabatan Rais Aam PBNU.

“Tapi bagaimana kita mengawal NKRI yang bagi NU sudah final. Maka ada kewajiban moral untuk dukung beliau,” ujarnya.

Calon Wakil Presiden Joko Widodo itu bersilaturahmi ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur, Senin 3 September malam. Terlebih dahulu menyinggahi Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.

Selanjutnya bertamu ke kediaman KH Anwar Mansur sebagai pengasuh Ponpes Lirboyo yang juga Ketua Rois Suriyah PWNU Jawa Timur. Dalam kunjungan itu para sesepuh kiai itu menggelar pertemuan secara tertutup.

Ma’ruf Amin juga berkunjung ke Pondok Pesantren Al Falah di Desa Ploso Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, dan dilanjutkan ke Pesantren Tebuireng, Denanyar dan Tambakberas. Roadshow diakhiri dengan pertemuan di PWNU Jawa Timur.