Rabu, 26 November 2025 11:52 UTC

Para narasumber dan peserta Kenduri Kebhinekaan yang digelar Bakesbangpol Jatim di Malang berfoto bersama. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Malang – Upaya menjaga stabilitas keamanan Jawa Timur menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Hal itu ditegaskan dalam Kenduri Kebhinekaan yang digelar Bakesbangpol Jawa Timur bersama DPRD Jatim di Desa Tegalgondo, Karang Ploso, Kabupaten Malang, Rabu, 26 November 2025. Acara ini menyoroti ancaman konflik sosial yang dapat mengganggu distribusi logistik strategis Jawa Timur ke berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM, mengingatkan bahwa Jawa Timur memegang peran vital dalam menjaga rantai pasok nasional. Mulai dari beras, daging, telur, hingga susu, banyak kebutuhan pokok di berbagai provinsi disuplai dari Jawa Timur.
BACA: Jaga Kerukunan di Jatim, Kenduri Kebhinekaan Soroti Strategi Cegah Konflik Sosial
“Jika terjadi gangguan keamanan, konflik, atau aksi teror, dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat Jawa Timur, tetapi juga provinsi lain yang bergantung pada pasokan dari sini,” ujarnya.
Eddy menyebut stabilitas daerah menjadi syarat mutlak agar kegiatan ekonomi dan distribusi logistik tetap berjalan tanpa hambatan.
Desa Tegalgondo yang didominasi petani, dinilai tepat sebagai lokasi untuk menguatkan komitmen kerukunan sosial melalui Kenduri Kebhinekaan. Foto: Hasan
Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Saifudin Zuhri, S.HI, menilai Desa Tegalgondo sebagai lokasi yang tepat untuk menguatkan komitmen kerukunan sosial.
“Rata-rata warga Tegalgondo bekerja sebagai petani. Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat solidaritas dan mencegah potensi gesekan sosial,” katanya.
BACA: Tekan Gesekan Sosial, Kenduri Kebhinekaan Jember Jadi Ruang Edukasi Toleransi
Saifudin berharap sinergi pemerintah, masyarakat, dan tokoh lokal mampu menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
“Harapannya, kita semakin mampu menjaga keharmonisan di tengah kemajemukan, di tengah keberagaman agama dan budaya yang ada di Indonesia,” tambahnya.
Kenduri Kebhinekaan yang diikuti sekitar 100 peserta ini menekankan perlunya memperkuat ketahanan sosial masyarakat pedesaan sebagai fondasi stabilitas Jawa Timur.
