Sabtu, 04 July 2026 01:42 UTC

Ilustrasi: Cerita Lintas Generasi. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Kenangan masa sekolah selalu menjadi topik yang mudah membangun percakapan. Cerita tentang upacara bendera, kantin sekolah, kegiatan pramuka, buku tahunan, hingga persahabatan di kelas terus muncul dalam berbagai kesempatan, baik saat reuni maupun di media sosial.
Meski zaman telah berubah, pengalaman tersebut tetap memiliki tempat khusus bagi generasi Milenial maupun Gen Z.
Fenomena ini bukan sekadar dipengaruhi rasa rindu terhadap masa lalu. Kenangan sekolah merupakan bagian penting dari pembentukan identitas seseorang.
Pada periode inilah banyak nilai, kebiasaan, dan hubungan sosial mulai berkembang hingga memengaruhi kehidupan saat dewasa.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk 2020 mencapai 270,20 juta jiwa.
Dari jumlah tersebut, Generasi Z mencapai 27,94 persen, sedangkan Generasi Milenial sebesar 25,87 persen. Kedua generasi ini memiliki pengalaman pendidikan yang berbeda, tetapi sama-sama menjadikan masa sekolah sebagai sumber nostalgia yang kuat.
Sekolah Menjadi Tempat Lahirnya Banyak Pengalaman Pertama
Bagi banyak orang, sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan. Di sanalah seseorang pertama kali belajar bekerja sama, menyelesaikan konflik, membangun persahabatan, hingga mengenal tanggung jawab.
Pengalaman sederhana seperti belajar menghadapi ujian, mengikuti lomba kelas, atau menunggu bel pulang sering kali meninggalkan kesan yang bertahan puluhan tahun. Nilai emosional inilah yang membuat cerita masa sekolah tetap menarik dibagikan.
Tidak mengherankan apabila foto-foto lama saat mengenakan seragam sekolah atau kegiatan ekstrakurikuler sering memperoleh respons positif ketika diunggah kembali ke media sosial.
Di Surabaya, banyak sekolah yang telah berdiri puluhan bahkan ratusan tahun. Bangunan bersejarah, lapangan sekolah, maupun lingkungan sekitar menjadi bagian dari memori kolektif ribuan alumni yang pernah belajar di sana.
Perubahan Teknologi Membuat Kenangan Terasa Lebih Istimewa
Cara menjalani masa sekolah mengalami perubahan besar dalam dua dekade terakhir. Generasi Milenial lebih akrab dengan buku paket, perpustakaan fisik, telepon rumah, dan kamera saku untuk mengabadikan momen.
Sebaliknya, sebagian besar Gen Z tumbuh bersama internet berkecepatan tinggi, ponsel pintar, kelas daring, dan penyimpanan berbasis cloud. Meski fasilitas belajar semakin modern, cerita tentang persahabatan, guru favorit, maupun kegiatan sekolah tetap memiliki pola yang serupa.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 430 ribu satuan pendidikan dari berbagai jenjang pada tahun ajaran 2024/2025. Besarnya jumlah sekolah tersebut menunjukkan bahwa pengalaman pendidikan merupakan bagian yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Perbedaan teknologi justru membuat setiap generasi memiliki kisah unik yang saling melengkapi ketika berbagi pengalaman.
Nostalgia Sekolah Menghubungkan Antargenerasi
Salah satu kekuatan kenangan masa sekolah adalah kemampuannya menjembatani percakapan antarusia. Orang tua dapat menceritakan pengalaman belajar tanpa internet, sementara anak-anak membagikan cerita mengenai pembelajaran digital.
Perbedaan tersebut sering melahirkan diskusi yang menarik, bukan untuk membandingkan mana yang lebih baik, tetapi untuk memahami bagaimana dunia terus berkembang.
Di Surabaya, reuni sekolah, pameran foto lama, hingga kegiatan alumni masih menjadi tradisi yang cukup kuat. Acara seperti itu bukan hanya menjadi ajang bertemu teman lama, tetapi juga kesempatan mengenang perjalanan hidup bersama.
Banyak hubungan profesional bahkan berawal dari jaringan pertemanan yang terbentuk sejak masa sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman pendidikan memiliki dampak sosial yang jauh melampaui ruang kelas.
Kenangan Sekolah Menjadi Bagian dari Identitas
Setiap orang mungkin memiliki cerita yang berbeda mengenai masa sekolah. Ada yang mengenang guru inspiratif, sahabat dekat, lomba olahraga, atau sekadar jajanan favorit di depan gerbang sekolah.
Berbagai pengalaman tersebut membentuk identitas pribadi sekaligus menjadi bagian dari memori kolektif suatu generasi. Ketika cerita itu dibagikan, muncul rasa kebersamaan karena banyak orang pernah mengalami hal yang serupa.
Di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah, kenangan masa sekolah tetap relevan karena mengingatkan bahwa nilai persahabatan, rasa ingin belajar, dan kebersamaan tidak pernah kehilangan maknanya. Justru dari pengalaman sederhana itulah banyak pelajaran hidup yang terus dibawa hingga dewasa.
