Kementerian Agama Gagas Pusat Manuskrip Nusantara

David Priyasidharta

Sabtu, 12 Januari 2019 - 10:20

JATIMNET.COM, Jakarta - Kementerian Agama memiliki rencana membangun Pusat Manuskrip Nusantara. Gagasan tersebut disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menerima kunjungan Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee bin Malik, di Kantor Kemenag, Kamis 10 Januari 2019.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenag dan Maszlee sepakat menjajaki beberapa kerjasama yang dapat dilakukan terkait pendidikan agama, salah satunya tentang kajian manuskrip Asia Tenggara.

“Kami di Kemenag sejak beberapa tahun terakhir fokus melakukan kajian manuskrip. Ke depan kami ingin membangun Pusat Manuskrip Nusantara,” ujar Menag seperti dikutip dari Kemenag.go.id.

Menurut Menag, kajian manuskrip Nusantara menjadi perhatian Kemenag karena banyak khasanah keilmuan yang ada dan tersebar di dalamnya belum tergali dan terinventarisir dengan baik. "Padahal khasanah-khasanah yang ada dalam manuskrip kita sangat kaya," lanjutnya.

BACA JUGA: Menachem Ali: Ulama Seharusnya Tak Berkacamata Kuda

Menanggapi hal tersebut, Maszlee menceritakan bahwa di Malaysia telah dikembangkan digitalisasi manuskrip. “Kami banyak koleksi digital. Jika diperlukan, kami bisa membantu untuk digitalizing manuscript,” ujar Maszlee.

Ia mengapresiasi Kemenag yang telah memberikan perhatian pada manuskrip Nusantara. Maszlee juga menuturkan kajian manuskrip yang ada di Malaysia juga mencakup beberapa manuskrip yang tersebar di Asia Tenggara.

"Ada yang dari Mindanao misalnya. Manuskrip yang ada di Asia Tenggara sebenarnya tak kalah dengan yang ada di Arab Saudi,dan sebagainya," ujar Maszlee yang mengaku memiliki nenek moyang berdarah Bugis, Sulawesi Selatan.

Kajian manuskrip, kata Maszlee, khususnya manuskrip keagamaan, penting untuk dilakukan bersama-sama. "Apalagi kita satu rumpun. Ini di hari depan akan jadi peninggalan bagi anak cucu kita," tuturnya.

Baca Juga

loading...