Rabu, 15 July 2026 03:30 UTC

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf saat menyampaikan keterangan pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Juli 2026. Foto: Screenshoot YouTube NUOnline.
JATIMNET.COM, Jombang – Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki tahap akhir dengan tekanan utama kini bergeser pada penuntasan administrasi peserta dan detail teknis penyelenggaraan.
Bagi Jawa Timur, kesiapan tersebut menjadi penting karena forum tertinggi NU akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dan melibatkan ratusan struktur kepengurusan dari berbagai daerah.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan persiapan utama Muktamar ke-35 NU telah berjalan dan sebagian besar persoalan yang sebelumnya dikhawatirkan dapat mengganggu penyelenggaraan telah diselesaikan.
Muktamar dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Tambakberas, Jombang. Forum itu akan diikuti unsur Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari seluruh Indonesia.
Kepastian administrasi peserta menjadi salah satu pekerjaan penting menjelang muktamar. Gus Yahya menyebut NU memiliki 548 PCNU dan 28 PWNU.
Dengan jumlah tersebut, terdapat hampir 600 unit kepengurusan yang berkaitan dengan kepesertaan forum organisasi lima tahunan itu.
“Alhamdulillah sekarang sudah dalam proses penyelesaian sekitar 490 unit kepengurusan. Yang sudah keluar SK-nya sendiri itu sudah 430-an unit kepengurusan,” kata Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Data tersebut menunjukkan sebagian besar proses administrasi telah bergerak menuju penyelesaian. Namun, masih terdapat jarak antara jumlah keseluruhan struktur kepengurusan dengan unit yang telah memperoleh surat keputusan resmi.
PBNU menargetkan proses tersebut dapat dituntaskan dalam satu hingga dua pekan ke depan agar persoalan administratif tidak menjadi kendala saat peserta memasuki forum muktamar.
Penuntasan SK memiliki posisi strategis karena Muktamar bukan sekadar pertemuan besar warga NU. PWNU dan PCNU merupakan unsur penting dalam kepesertaan serta proses pengambilan keputusan organisasi.
Karena itu, kejelasan status kepengurusan menjadi bagian dari kepastian prosedural dalam forum yang akan menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan NU untuk periode berikutnya.
Gus Yahya mengakui proses administrasi kepengurusan sebelumnya sempat mengalami hambatan sejak akhir 2024 hingga awal 2026. Menurut dia, jajaran PBNU kemudian mempercepat penyelesaian dokumen agar proses kepesertaan dapat dipersiapkan sebelum pelaksanaan muktamar.
“Saya berterima kasih sekali kepada seluruh jajaran kepengurusan PBNU, karena kita bisa selesaikan walaupun sempat macet sejak akhir 2024 sampai awal 2026. Alhamdulillah akhirnya bisa kita proses lebih lanjut,” ujarnya.
Di sisi penyelenggaraan, PBNU menilai pekerjaan utama panitia juga telah memasuki tahap penyempurnaan. Gus Yahya menyatakan persoalan yang sebelumnya menjadi kekhawatiran dalam persiapan forum tersebut pada prinsipnya sudah dapat ditangani.
Panitia, kini memfinalisasi sejumlah detail teknis, termasuk identitas visual dan logo resmi Muktamar ke-35 NU. “Saya bisa katakan bahwa semua orang boleh tenang karena Insya Allah persiapan-persiapan sudah dilakukan dengan baik. Hal-hal yang dikhawatirkan sebetulnya sudah enggak ada lagi,” kata Gus Yahya.
Pemilihan Tambakberas menempatkan Jawa Timur sebagai pusat perhatian warga NU menjelang akhir Agustus. Pondok Pesantren Bahrul Ulum memiliki hubungan historis dengan perjalanan Nahdlatul Ulama karena didirikan KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri NU. Jombang juga memiliki pengalaman menjadi bagian penting penyelenggaraan Muktamar NU pada 2015.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal teknis bagi penyelenggaraan tahun ini. Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menyatakan pengalaman Jombang pada Muktamar ke-33 dapat membantu persiapan forum kali ini.
Dukungan yang dibutuhkan mencakup akomodasi, sarana dan prasarana, lokasi sidang komisi, hingga transportasi peserta. Konsolidasi dengan PWNU Jawa Timur, PCNU Jombang, serta pesantren di sekitar Tambakberas menjadi bagian penting dari persiapan.
Skala kepesertaan yang mencapai ratusan struktur organisasi membuat kebutuhan mobilitas, penginapan dan pengaturan kegiatan tidak hanya menjadi urusan internal panitia pusat. Kesiapan daerah tuan rumah akan ikut menentukan kelancaran agenda selama lima hari.
Kondisi tersebut juga membawa implikasi lebih luas bagi Jombang dan kawasan sekitarnya. Kedatangan peserta dari berbagai provinsi berpotensi meningkatkan aktivitas transportasi, penginapan, konsumsi dan layanan pendukung.
Pada saat yang sama, besarnya mobilitas peserta membutuhkan koordinasi penyelenggara dengan unsur daerah agar kegiatan pesantren dan aktivitas masyarakat sekitar tetap berjalan.
Di luar aspek teknis, Muktamar ke-35 akan menjadi ruang pengambilan keputusan strategis organisasi. Gus Yahya menyebut materi yang disiapkan tidak hanya berkaitan dengan kepentingan internal warga NU, tetapi juga menyentuh persoalan kemaslahatan bangsa dan isu kemanusiaan.
“Materi-materi yang kita siapkan untuk dibahas di dalam Muktamar itu adalah materi-materi yang menyangkut kepentingan kemaslahatan bangsa dan manfaat kemanusiaan seluruhnya,” ujarnya.
Forum tersebut juga akan menentukan kepemimpinan PBNU berikutnya. Gus Yahya telah menyatakan akan kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Namun, mengenai mekanisme pemilihan, ia menyerahkan keputusan kepada peserta Muktamar dan menilai tata cara pemilihan merupakan bagian teknis yang akan ditentukan melalui forum.
“Nanti kita serahkan kepada Muktamar, mau pilih cara yang seperti apa, silakan saja,” ucapnya.
Bagi NU, penyelesaian administrasi hampir 600 unit kepengurusan menjadi bagian penting untuk menjaga kepastian kepesertaan sebelum memasuki pembahasan agenda organisasi dan pemilihan kepemimpinan.
Penuntasan dokumen dalam satu hingga dua pekan mendatang akan menjadi salah satu indikator kesiapan prosedural PBNU.
Dengan waktu sekitar enam pekan menuju pelaksanaan, fokus persiapan kini berada pada penyempurnaan teknis di Tambakberas serta penyelesaian SK kepengurusan yang belum terbit.
Konsolidasi panitia dengan struktur NU di Jawa Timur dan Jombang diperkirakan semakin intensif menjelang 27 Agustus 2026, ketika Muktamar ke-35 resmi dimulai.
