Kemenperin Latih Calon Wirausaha Banyuwangi Melalui PKH

Ahmad Suudi

Senin, 13 Mei 2019 - 19:34

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melatih 20 calon wirausahawan Kabupaten Banyuwangi. Mereka merupakan keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang diupayakan pemerintah keluar dari kemiskinan dengan berwirausaha.

Penjaringan keluarga miskin terbawah dalam daftar penerima PKH di Banyuwangi ini, Kemenperin bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Semua peserta pelatihan yang didominasi laki-laki mendapatkan pelatihan keterampilan las.

“Ini satu bentuk sinergi antar kementerian dalam rangka mengurangi kemiskinan. Sekarang program pemerintah terintegrasi, kalau dulu kan sasarannya masing-masing (instansi)," kata Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos Nur Pujianto, Senin 13 Mei 2019.

Nur Pujianto juga mengatakan sinergi antar instansi pemerintahan dilakukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Caranya dengan meningkatkan kehidupan warga melalui penambahan skill yang bisa meningkatkan produktivitas masing-masing keluarga.

BACA JUGA: Khofifah Menyetujui Banyuwangi Buka Jurusan SMK Kopi dan Cokelat

Nur Pujianto juga mengatakan sinergi antar instansi kementerian ini dilakukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Caranya dengan meningkatkan kehidupan warga melalui penambahan skill yang bisa meningkatkan produktivitas masing-masing keluarga.

Sementara itu, Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan pelatihan akan dilaksanakan di Magelang setelah di Banyuwangi. Bedanya, di Magelang akan digelar setelah Lebaran itu untuk keterampilan membuat makanan olahan dan garmen.

Namun di kedua kota itu memiliki target masing-masing peserta pelatihan mampu membangun usahanya. Hal itu sebagai penyokong pencapaian target empat persen wirausahawan dari total warga Indonesia pada tahun 2030 mendatang.

Sejauh ini jumlah wirausahawan di Indonesia masih dua persen dari total populasi. Sementara estimasi dari World Bank pada tahun 2050 nanti Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar setelah Cina, Amerika Serikat, dan Jepang.

BACA JUGA: Banyuwangi Gratiskan Kejar Paket untuk Pelajar Putus Sekolah

"Kami dapat masukan dari Kemensos agar warga yang perlu difasilitasi di Magelang adalah ibu-ibu. Namun untuk pelaksanaan di Magelang nanti dijadwalkan setelah lebaran," ungkap Gati.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam siaran pers Kemenperin, tahun 2017 jumlah industri kecil menengah (IKM) di Indonesia mencapai 4,4 juta. Di tahun yang sama industri masyarakat sejumlah itu mampu menyerap 10,23 juta tenaga kerja.

Geliat ekonomi tersebut berhasil menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,52 persen, dan berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) industri non migas sebesar 19,62 persen.

"Dengan kontribusi tersebut, IKM memiliki peran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan berkontribusi pada pengembangan sektor swasta yang dinamis," pungas Gati.

Baca Juga

loading...