Logo

Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1 untuk Siapkan Lulusan Kerja Global

Reporter:,Editor:

Rabu, 20 May 2026 09:42 UTC

Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1 untuk Siapkan Lulusan Kerja Global

Sebanyak 3.600 lulusan SMK dan LPK diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri, Rabu, 20 Mei 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya –  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program kelas kebekerjaan luar negeri SMK “3+1” sebagai upaya menyiapkan lulusan vokasi agar lebih siap memasuki dunia kerja global.

Program tersebut diperkenalkan bersamaan dengan pelepasan ribuan lulusan SMK dan lembaga pelatihan kerja (LPK) untuk bekerja di luar negeri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan program SMK 3+1 menjadi salah satu strategi pemerintah memperkuat kesiapan kerja lulusan SMK, baik untuk kebutuhan industri dalam negeri maupun pasar internasional.

“Kemudian yang kedua adalah peluncuran program kami, SMK 3+1. Ini merupakan usaha kami untuk menyiapkan lulusan SMK dapat memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar Abdul Mu’ti, di sela-sela pelepasan lulusan SMK dan LPK di Jawa Timur untuk berangkat kerja ke luar negeri, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam skema tersebut, siswa menjalani pendidikan reguler selama tiga tahun di SMK, kemudian memperoleh tambahan satu tahun pembekalan khusus menuju dunia kerja melalui kerja sama dengan perusahaan dan agensi tenaga kerja.

BACA: Polemik LCC MPR, Ujian Serius Akuntabilitas Juri 

“Mereka bisa belajar dari SMK yang tiga tahun, kemudian menambah satu tahun untuk penyiapan masuk dunia kerja dengan kemitraan perusahaan dan juga kemitraan berbagai agensi, baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar negeri,” katanya.

Kemendikdasmen juga memperkuat kemampuan bahasa asing siswa untuk mendukung kesiapan kerja internasional. Abdul Mu’ti mengungkapkan pihaknya baru meresmikan program pelatihan bahasa di 136 SMK di Indonesia.

“Tadi malam di Tangerang saya juga meresmikan program pelatihan bahasa untuk 136 SMK di Indonesia, yang memang mereka menyiapkan para muridnya bisa bekerja di luar negeri dengan kemampuan bahasa asing di negara-negara tujuan,” ujarnya.

Selain kemampuan bahasa, siswa juga mendapatkan pembekalan mengenai budaya, regulasi, hingga sistem hukum negara tujuan kerja.

Pemerintah pusat turut mengalokasikan anggaran sebesar Rp115 miliar bagi SMK di seluruh Indonesia untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi, termasuk di Jawa Timur.

“Untuk SMK kami Rp115 miliar untuk seluruh Indonesia, Jawa Timur salah satunya,” ujar perwakilan Direktorat SMK Kemendikdasmen.

Abdul Mu’ti juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi dan program penempatan kerja luar negeri.

BACA: Kenapa Orang Kini Sulit Fokus Saat Rapat? 

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, yang selama ini telah menjadi mitra penting kami dalam menyusun program ini,” katanya.

Sebelumnya, Kemendikdasmen bersama Pemprov Jawa Timur juga melepas 3.600 lulusan SMK dan LPK untuk bekerja di sejumlah negara tujuan seperti Jepang, Korea Selatan, dan Turki.