Logo

Unusa-Kwarda Pramuka Jatim Cetak Pramuka Adaptif di Era Digital

Reporter:,Editor:

Rabu, 20 May 2026 08:40 UTC

Unusa-Kwarda Pramuka Jatim Cetak Pramuka Adaptif di Era Digital

Penyerahan cendera mata setelah penandatangan nota kesepahamatan antara Rektor Unusa Tri Yoga Yuwono dengan Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil, Rabu, 20 Mei 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Kolaborasi pengembangan pendidikan, penguatan karakter, dan peningkatan keterampilan digital dijalin antara Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur (Jatim).

Kerja sama ini menyasar jutaan anggota Pramuka di Jawa Timur agar lebih adaptif menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global.

Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Rektor Unusa Tri Yoga Yuwono dan Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil di Kabupaten Jember, Selasa, 19 Mei 2026.

Tri Yoga menegaskan, anggota Pramuka saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan dasar kepanduan, tetapi juga harus menguasai teknologi digital.

“Menjadi Pramuka diharapkan tidak hanya cakap berkemah dan membaca sandi, tetapi juga cakap dalam menggunakan teknologi untuk mitigasi bencana, memetakan kualitas lingkungan, dan menggerakkan ekonomi komunitas berbasis digital,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara Unusa dan Gerakan Pramuka menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi “Digital Scout” yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi global.

“Dalam dunia modern yang serba digital, karakter kepanduan Pramuka harus diperkuat dengan digital skill. Kolaborasi Unusa dengan Gerakan Pramuka adalah jembatan untuk mencetak Digital Scout,” ujarnya.

Ia juga memotivasi anggota Pramuka tingkat SMA agar percaya diri bersaing di era global.

“Kalian tidak lagi bersaing dengan teman satu sekolah atau satu kota saja, melainkan dengan pemuda dari Singapura, Korea, hingga Amerika. Jangan pernah merasa rendah diri karena kalian dari daerah,” tuturnya.

Tri Yoga menambahkan, Unusa siap membuka akses pendidikan dan pengembangan karier bagi anggota Pramuka Jawa Timur. Bahkan, mahasiswa Unusa juga dapat mengambil perkuliahan di ITS maupun Unair.

“Kalian bisa menjadi apa saja yang kalian inginkan. Syaratnya hanya tiga, miliki integritas, kuasai teknologi, dan jangan pernah berhenti belajar,” katanya.

Sementara itu, Arum Sabil menyebut kolaborasi tersebut sejalan dengan visi Pramuka Produktif, Adaptif, dan Berdampak.

“Saat ini Pramuka Jatim memiliki sekitar 3,4 juta anggota aktif yang tersebar di 38 Kwarcab. Kami berharap kolaborasi ini memperkuat program bakti masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Menurut Arum, jaringan Pramuka hingga tingkat desa menjadi kekuatan besar dalam memperluas edukasi kesehatan mental dan gerakan penghijauan di masyarakat.

Selain penguatan pendidikan dan teknologi, kerja sama tersebut juga mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan pisang emas kirana dan kelapa pandan wangi yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi.

Arum menilai kolaborasi bertajuk “Sehat Mental, Cerdas Berprestasi” menjadi jawaban atas tantangan generasi muda pascapandemi.

Berdasarkan data, menurutnya, gangguan kecemasan, tekanan akademik, dan depresi pada remaja meningkat pada masa tersebut.

“Karena itu, Pramuka Jatim dengan 38 Kwarcab dan jutaan anggota aktif harus menjadi rumah besar pembentuk karakter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental,” katanya.

“Mental yang sehat akan melahirkan generasi yang percaya diri, tangguh, berani bermimpi besar, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” imbuhnya.