Kemendag Bangun Marketplace untuk Pasar Rakyat

Rochman Arief
Rochman Arief

Kamis, 14 Maret 2019 - 11:59

JATIMNET.COM, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempersiapkan agar pasar rakyat dapat masuk ke ekosistem daring atau marketplace. Langkah ini diharapkan bisa memasarkan produk-produk pasar secara daring yang selama ini dikeluhkan pelaku UMKM.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan upaya ini dilakukan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta adanya ekosistem daring di pasar rakyat sehingga konsumen mendapatkan pasokan pangan dari akses yang sama.

“Presiden mengingatkan pentingnya mempersiapkan pelaku pasar rakyat dalam menghadapi era digital. Kami diminta mempersiapkan ekosistem daring bagi pasar-pasar rakyat, sehingga memiliki platform pemasaran digital,” kata Enggar pada Penutupan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Rabu 14 Maret 2019 malam.

BACA JUGA: Satu Juta UMKM Jatim Dipersiapkan Masuk Marketplace

Enggar menekankan pentingnya mempersiapkan pelaku pasar dalam menghadapi era digital, mengingat pasar rakyat menjadi urat nadi dan ujung tombak perekonomian Indonesia.

Menurutnya, masuknya pasar rakyat ke ekosistem daring juga memungkinkan pemerintah bisa memantau stok dan harga komoditas di setiap pasar secara nasional. Data tersebut juga dapat diintegrasikan dengan data produksi.

Sebelumnya, Enggar juga mengatakan pembuatan aplikasi dengan menggandeng Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) dan perusahaan rintisan (start-up) untuk membangun ekosistem perdagangan daring di pasar rakyat.

BACA JUGA: Defisit Perdagangan dengan Rusia, Kemendag Dukung Ekspor Olahan Kopi

Selain daring, presiden juga menginstruksikan untuk segera memperbaiki ekosistem luring bagi produk-produk dalam negeri yang dihasilkan perajin, petani, maupun nelayan, mulai dari perbaikan kemasan, pelabelan, hingga branding.

Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan nilai tambah dengan memperhatikan citra dan kemasan produk, sehingga omzet penjualan para pedagang di pasar rakyat akan meningkat. Dua hal inilah yang menjadi kelemahan UMKM.

“Online itu suatu keniscayaan yang tidak bisa diita hindari. Pasar rakyat kalau tidak dikembangkan akan menjadi persoalan sosial ke depannya,” kata Enggar.

Berdasarkan data dari Kemendag, sepanjang 2015-2018 telah 4.211 pasar rakyat dan ada 1.037 pasar yang akan terus diselesaikan pada tahun ini. (ant)

Baca Juga

loading...