Senin, 27 July 2026 13:00 UTC

Petugas Satlantas Polres Gresik tengah mengawal pasien rujukan dari Pulau Bawean ke Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik. Foto: Polres Gresik.
JATIMNET.COM, Gresik – Perjuangan seorang pasien dari Pulau Bawean untuk mendapat layanan kesehatan belum berakhir meski telah menyeberangi lautan.
Sesampainya di Pelabuhan Paciran, ambulans yang membawanya masih harus berpacu dengan kepadatan lalu lintas. Hingga akhirnya, mendapat pengawalan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menuju RSUD Ibnu Sina.
Pengawalan dilakukan setelah petugas menerima permintaan bantuan saat ambulans yang membawa pasien rujukan dari Bawean tiba di daratan, Senin, 27 Juli 2026.
Mengingat kondisi pasien membutuhkan penanganan medis segera, personel Satlantas langsung membuka jalur agar perjalanan menuju rumah sakit dapat ditempuh lebih cepat.
Dengan pengawalan tersebut, ambulans akhirnya tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ibnu Sina Gresik dan pasien langsung mendapatkan penanganan medis.
Kondisi ini kembali menggambarkan tantangan yang dihadapi masyarakat Pulau Bawean dalam mengakses layanan kesehatan rujukan.
Selain harus menempuh perjalanan laut menuju daratan Gresik, pasien juga masih harus melewati perjalanan darat sebelum tiba di rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin mengatakan pengawalan ambulans merupakan bentuk pelayanan kepolisian untuk membantu pasien memperoleh penanganan medis secepat mungkin.
"Pengawalan dilakukan agar waktu tempuh ambulans dapat dipangkas sehingga pasien lebih cepat memperoleh penanganan medis. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam setiap pelayanan yang kami berikan," ujarnya.
Menurut Nur Arifin, pengawalan ambulans menjadi salah satu bentuk pelayanan kemanusiaan yang rutin diberikan ketika terdapat kondisi darurat yang membutuhkan percepatan perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Bagi warga Bawean, kecepatan penanganan menjadi faktor penting karena proses rujukan tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga dipengaruhi waktu tempuh dari pulau menuju rumah sakit di daratan.
Oleh karena itu, setiap upaya mempercepat perjalanan pasien dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan peluang keselamatan.
